DI 16062020
Markus 6:6
- Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Saat Yesus kembali ke kampung halaman-Nya, tempat di mana Dia dibesarkan, ternyata respon org-org di sana tdklah baik, mrka tersandung mengingat latar belakang keluarga Yesus yg hanya seorg anak dr tukang kayu saja.
Tp apakah kemudian Yesus marah dan kecewa? Ternyata tdk, Yesus bahkan tetap melayani dg menyembuhkan bbrpa org saja dan trs mengajar dr satu tempat ke tempat lainnya. Di sinilah kita belajar bhw apapun komentar org ttg kita, jgn pernah membuat kita berhenti tetap melayani Tuhan ataupun melakukan apa yg menjd tugas kita. Org mgkin keberatan dg masa lalu dan latar belakang diri kita, kita dianggap bknlah siapa-siapa, namun tanggung jwb kita bknlah pd mrka, tp pd Tuhan dan org-org yg tetap mempercayakan kita utk melakukan apa yg menjd tugas kita. Org ingin kita terlihat sempurna pdhal mrka sndri jg tdk sempurna, sm spt kita. Jgn kita melakukan apapun dg ‘mencari muka’ pd org lain.
Bgmna kita mengelola isi pikiran dan hati kita sangatlah penting. Apa yg hrs dipikirkan dan apa yg hrs kita buang dr pikiran kita hrs mampu kita pilah dan bedakan. Manusia memang tdk adil, suatu saat bs memuji, di lain wkt malah mencaci maki. Krna itu jgn senang menerima pujian dr manusia, saat dipuji kita spt diangkat setinggi langit, saat kita dihina, kita spt dibuang ke dlm lembah jurang yg sangat dlm. Apapun latar belakang hidup kita, dr keluarga siapa kita dilahirkan, jgn pernah itu menjd sebuah penghalang utk kita melangkah maju. Kitalah yg menjd peserta dlm pertandingan hidup ini, sementara org lain hanya sbg penonton saja. Menang atau kalah, semua bergantung pd kualitas diri yg kita miliki, bkn krna omongan org lain.
Tetaplah miliki mental yg kuat dan hati yg tulus, ingat bhw Tuhan itu adil, memberi balasan sesuai dg yg kita perbuat, jika Dia berkenan, kita akan ditinggikan Tuhan.