Cinta Tuhan Padamu

DI 27022014

Hosea 2:16 KJV
And it shall be at that day, saith the Lord , that thou shalt call Me Ishi (my husband) ; and shalt call Me no more Baali (my Lord).

Dan itu akan jadi pada hari itu, kata Tuhan, bahwa kamu akan menyebut Aku: suamiku; dan tidak akan lagi menyebut Aku: tuanku.

Pagi ini ketika berdoa menyembah Tuhan, ada sebuah percakapan antara Tuhan dg saya dlm hati dan pikiran saya, topiknya mengenai bgmna Tuhan mencintai saya.

Saya kaget sekali ketika Tuhan menjelaskan bgmna Dia mencintai saya: “Kalau menurutmu kematian-Ku itu sbg tanda Aku mencintai kamu, itu keliru.”

Kenapa bgtu, Tuhan?

“Cinta itu beda dg kasih, org bs mengasihi walaupun tdk ada ikatan dlm hubungan, tp org yg mencintai pasti karena ada ikatan dlm hubungan dg yg dicintainya.”

“Cinta itu membuat seseorg memperlakukan org yg dicintainya lebih dan khusus dibandingkan dia memperlakukan org tuanya, saudara kandungnya, sahabatnya dan yg dekat dg dia. Ada hal-hal tertentu yg hanya dg org yg dicintai itu bisa dan boleh dilakukan krna ada ikatan.”

“Aku mati bkn hanya utk kamu, tp bagi seluruh umat manusia, itu kasih-Ku. Tapi cinta-Ku itu mulai nyata ketika kamu dan Aku ‘terikat’ dlm sebuah ikatan janji (covenant), Aku memperlakukanmu spt seorg suami pd isterinya. Ayat itu buktinya.”

“Aku ‘se-rasa’ dg kamu, kamu senang, Aku jg senang, kamu sedih, Aku jg merasakan sedih, kamu gelisah, Aku tahu persis kegelisahanmu, krna Aku pernah jd manusia sm spt km. Aku memperlakukanmu khusus, tdk sama ketika Aku memperlakukan org lain, itu krna cinta-Ku padamu. Pada org lain jg sama, Aku mencintai mrka, memperlakukan mrka khusus tdk sama dg apa yg Aku lakukan terhadapmu.”

Saya mulai memahami bgmna Tuhan mencintai tiap org. Masing-masing dr kita diperlakukan khusus oleh Tuhan, masing-masing pny ‘perjalanan cinta’ dg Tuhan. Dan saya sadar bhw sering berpikir Tuhan tdk mencintai saya, pdhal Dia selalu mencintai saya.

Jgn biarkan kisah cinta kita dg Tuhan datar dan hambar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.