Didapat Karena Nazar

DI 09092020

Amsal 31:2

  • Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku?

Lemuel, raja Masa, ternyata adalah seorg anak yg lahir krna ibunya bernazar ttg sesuatu. Jd kemungkinan kandungan ibunya bermasalah hingga berakibat mandul ataupun sulit utk hamil.

Pd zaman itu sebuah kemandulan pd diri wanita dipandang sbg bagian dr kutuk yg Tuhan timpakan, jd kandungannya ‘ditutup’ oleh Tuhan, shga hubungan suami istri tdk akan pernah menjd sebuah kehamilan bagi sang istri. Apa yg ditutup oleh Tuhan, tdk ada satu kuasapun yg sanggup utk membukanya. Kita tentu jg ingat bhw Samuel jg lahir krna ibunya bernazar pd Tuhan, jd baik Samuel maupun Lemuel adalah ‘anak nazar’, lahir krna ibunya bernazar pd Tuhan. Demi mengubah ketentuan Tuhan, nazar biasanya menjd jalan terakhir, kalau Tuhan berkenan atas nazar seseorg, maka Dia akan membuka apa yg telah Dia tutup. Nazar utk menang dlm perang jg pernah dilakukan oleh bbrpa tokoh Alkitab.

Tdk ada nasib dan takdir dlm hidup org percaya, kita tahu bhw tdk ada yg mustahil dan yg sukar bagi Tuhan, jg tdk ada yg mustahil bagi org percaya. Namun tentu saja tdk sembarangan Tuhan mengubah sebuah ketentuan-Nya dlm hidup seseorg. Biasanya nazar yg diucapkan jg sejalan dg rencana Tuhan, jd bkn sekedar ingin mengalami perubahan hidup, namun jg memberi ‘keuntungan’ bagi Tuhan. Nazar hrs tetap dibayar dan dilakukan, jika tdk maka murka Tuhan akan turun dan semua yg Dia berikan akan diambil-Nya kembali. Jd pertimbangkan baik-baik sblum bernazar pd Tuhan, sanggup atau tdk kita utk menepatinya setelah Tuhan mengabulkan permintaan kita. Nazar bkn sekedar janji biasa.

Bernazar itu diperbolehkan, itupun baru berguna kalau Tuhan mendengarnya dan menerima nazar kita. Apa yg kita peroleh dr nazar kita biarlah kita pelihara sebaik-baiknya dan bertanggung jwb.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.