Dikenal Dari Suaranya

DI 11092020

Pengkhotbah 5:3 KJV
For a dream cometh through the multitude of business; and a fool’s voice is known by multitude of words.

  • Karena sebuah mimpi datang melalui banyaknya urusan, dan sebuah suara orang bodoh dikenali dari banyaknya kata-kata

Ada org yg pendiam, ada jg org yg cerewet, keduanya kadang dianggap kurang baik utk dijadikan lawan bicara, kita lebih menyukai org yg bcra secukupnya tapi mengasyikkan.

Dlm ayat ini dikatakan bhw org bodoh salah satu cirinya adalah jumlah kata-kata yg diucapkannya itu terlalu bnyk. Bnyk perkataan kalau isinya mengandung bnyk informasi berguna, mgkin kita masih bs menganggapnya normal, namun bgmna jika ada org yg bnyk bicara tp isi perkataannya justru kosong dan tdk bermanfaat? Tentu kita cenderung akan kesal dan menghentikan perbincangan dg org itu. Di sinilah pentingnya kita belajar ttg bgmna cara berkomunikasi scra efektif dan menyenangkan. Bgmna kita berbicara sesuai dg tujuan dan suasananya, apakah bcra di forum formal, santai, dsbnya. Pastinya adalah kita hrs berhikmat dlm mengatur cara kita bcra dan kata-kata yg akan kita ucapkan nantinya.

Sesuatu yg berlebihan memang tdk baik, jd kita hrs paham wkt yg tepat utk memulai dan mengakhiri suatu pembicaraan, krna jika tdk terarah maka pembicaraan yg ada bs berubah arah menjd sesuatu yg membicarakan hal-hal yg tdk berguna nantinya, shga lawan bcra yg awalnya pny kesan positif ttg kita akan berubah menjd menilai kita berbeda dr sblumnya. Kebodohan seseorg bs dinilai dr perkataan yg diucapkan, jd jgn sampai kita dinilai org sbg org bodoh, lihat respon dan reaksi dr lawan bcra kita, bila sdh terlihat tanda bhw dia sdh tdk nyaman lg mendengar perkataan kita, berhentilah bcra dan beri kesempatan org itu utk bcra jg.

Menganalisa perkataan sblum kita mengucapkannya tentu sesuatu yg hrs kita lakukan, perkataan kita bs menunjukkan kepribadian kita, perkataan kita bs berdampak buruk atau baik bagi org yg mendengarnya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.