DI 18092020
Yakobus 2:22
- Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Iman yg disempurnakan digambarkan spt 2 org partner kerja yg bisa bekerjasama sehingga menghasilkan sesuatu yg baik bahkan sempurna. Kedua partner kerja ini saling melengkapi dan saling menyempurnakan satu sama lain.
Iman disempurnakan oleh perbuatan-perbuatannya, jd pd hakekatnya iman memiliki perbuatannya sndri, namun jika iman tdk diaktifkan maka iman hanya sekedar sebuah ‘alat’ yg tdk bermanfaat bagi hidup kita. Spt sebuah mesin pembuat minuman kopi, mesin ini pny kemampuan utk membuat minuman kopi, tp tdk akan pernah menghasilkan sebuah minuman jika tombol pembuatnya tdk ditekan, meskipun bahan kopi dan airnya tersedia. Jd iman yg diaktifkan pasti ada perbuatan imannya, perbuatan yg didasari oleh apa yg diimani, salah dlm mengimani sesuatu maka hasil dr iman itu tentu saja menjd tdk spt yg sebenarnya, jd jgn asal mengimani sesuatu saja, iman bukanlah sebuah ‘mantera’.
Iman tdk terpengaruh oleh keadaan yg ada, logika pikiran kitalah yg sangat mudah terpengaruh oleh realita yg ada. Iman hrs berdasarkan kebenaran firman Tuhan dan apa yg menjd janji Tuhan bagi kita. Jd iman bkn mempercayai sesuatu tp menggerakkan diri kita bertindak sesuai dg apa yg kita imani. Pny iman pasti kita bertindak, kalau kita tdk berbuat apa-apa, berarti kita tdk sdg mengimani sesuatu. Maka org yg bertindak bertentangan dg kebenaran firman Tuhan berarti dia tdk memiliki iman krna perbuatannya menjd bukti bhw dia tdk mempercayai firman Tuhan dan kebenaran-Nya. Lihatlah apa yg kita perbuat, sesuai tdk dg apa yg Tuhan firmankan dan ajarkan, bila ternyata beda dan berlawanan, berarti kita tdk beriman pd Tuhan.
Iman bkn sekedar percaya, tp mengaktifkan diri kita utk bertindak sesuai dg kebenaran firman Tuhan dan janji-janji-Nya, sekalipun keadaan dan realita yg ada tdk spt yg kita harapkan.