DI 08122020
Matius 2:16
- Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
Melalui para org Majus, Herodes mendpt info ttg seorg bayi telah lahir yg nantinya akan menjd ‘raja’ bagi org Yahudi yaitu Yesus. Namun pd kenyataannya Yesus tdk menjd raja bagi org Yahudi scra pemerintahan negara.
Herodes membunuh semua anak laki-laki berumur 2 tahun ke bawah di seluruh Betlehem, sesuatu yg tentunya sangat sadis dan mengerikan, entah brp bayi yg tewas dibunuh, brp keluarga muda yg berduka krna kehilangan anak laki-lakinya yg msh kecil, sebuah dosa besar yg entah apakah mendpt pengampunan dr Tuhan atau tdk. Krna merasa terancam akan kelahiran ‘raja’ baru, Herodes bertindak di luar batas kewajaran. Hal ini yg perlu kita pahami jg, bhw ketika seseorg merasa terancam, nalurinya bs mendorong org itu bertindak di luar batas kewajaran dan justru menyakiti org-org yg tdk bersalah. Kekuasaan yg besar bs mempengaruhi karakter seseorg ke arah yg buruk dan negatif.
Apa reaksi kita bila ada seseorg yg lebih baik scra kualitas drpd kita? Sebagian org mulai berpikir jgn-jgn posisinya akan dicopot dan diberikan ke org itu. Maka segala cara digunakan utk melindungi posisinya, mulai dg cara halus hingga frontal, mulai dg menyebar fitnah hingga menjebak org itu dg sebuah situasi yg akan memaksanya mengundurkan diri atau malah dieliminasi. Tdk ada lg hati yg tulus, yg ada adalah ketakutan berlebihan yg blm tentu sesuai dg kenyataannya nanti. Herodes berpikir Yesus akan menjd raja spt dirinya, pdhal pd kenyataannya Yesus hanya menjd Rabbi dan tdk terlibat dlm politik dan pemerintahan. Tdk perlu jatuh bnyk korban jiwa dlm jumlah besar sbnarnya, semua terjd krna Herodes merasa kedudukannya terancam oleh lahirnya Yesus.
Tuhan berkuasa menaikkan dan menurunkan seseorg dr posisi dan jabatannya skrg, jgn kita merasa memiliki dan takut kehilangan itu, jika Tuhan yg menetapkan, tdk ada satu manusiapun yg sanggup utk membatalkannya.