Apa Yang Kita Percaya?

DI 11122020

Matius 8:13

  • Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Apa yg kita percayai ttg Tuhan, itu yg akan terjd atas diri kita, kalau kita ragu atau kurang percaya, maka apa yg jd harapan kita pd Tuhan tetaplah hanya menjd sebuah harapan saja.

Bgmna menempatkan posisi Tuhan dlm hidup kita akan sangat berpengaruh pd apa yg akan kita terima dr Tuhan. Tdk boleh ada keraguan sedikitpun, krna sebuah keraguan yg kecil sekalipun itu akan membuat kita tdk lg mengenal dan memahami Tuhan spt yg Dia inginkan. Utk sesuatu hal yg besar maka kita harus menunjukkan berapa besaran iman kita krna Tuhan akan menilainya. Ini menjd pertimbangan bagi Tuhan utk memberikan apa yg diinginkan seseorg sesuai dg apa yg dia percayai. Bbrpa peristiwa dihubungkan dg iman yg besar, yg ada kaitannya dg mujizat yg Tuhan sediakan, bgmna seseorg memahami cara Tuhan bekerja sesuai dg profesi org itu dan menerapkannya jg bagi dirinya sndri.

Apa yg kita percayai ttg Tuhan? Percayakah kita pd kuasa-Nya yg besar dan tdk terbatas? Percayakah kita bhw Tuhan itu murah hati dan berbelas kasihan? Percayakah kita bhw Dia bekerja sesuai dg cara yg Dia tentukan sndri? Bagian kita adalah percaya Tuhan sebagaimana Dia adanya, termasuk bgmna cara Dia menunjukkan bhw diri-Nya senang dg org yg memiliki cara berpikir yg sederhana. Kita jg perlu menempatkan Tuhan di atas semuanya dan kita pd waktunya merendahkan diri, sadar bhw kita tdk sebanding dg Dia. Sama spt perwira ini yg merendahkan diri di hadapan Tuhan pdhal dia seorg perwira yg memiliki bbrpa org anak buah, dia tempatkan Yesus sbg pemimpin dan penguasa atas hidupnya.

Jgn salah mempercayai sesuatu ttg Tuhan, jgn menjadi ragu, tp rendahkan diri di hadapan Tuhan, tunjukkan iman kita maka Tuhan akan menilai dan kemudian akan memberikan apa yg kita minta dr Dia.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.