DI 16122020
Lukas 2:43, 45
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
- Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Saat berumur 12 tahun sesudah Yesus dan kedua orgtuanya selesai merayakan Paskah, ternyata Yesus terpisah dg kedua orgtua-Nya dan kemudian dicari hingga akhirnya ditemukan jg.
Mengapa hal ini sampai bs terjd, kita tdk tahu persis jwbannya, apakah Yesus ‘sengaja’ tdk ikut pulang, atau krna kedua orgtua-Nya sdkit melonggarkan perhatian mengingat Yesus saat itu berumur 12 tahun, tdk bs dipastikan hal sebenarnya yg terjd. Ada bbrpa hal yg jd pelajaran bagi kita sbg orgtua dr kisah ini. Pertama, jgn terlalu sibuk dg kerohanian hingga kita ‘kehilangan’ anak kita, artinya kita sbg orgtua tdk tahu apa yg sdg anak-anak kita alami dan rasakan, kehilangan komunikasi dan hampir kehilangan ikatan batin. Tinggal serumah tp tdk sehati, ini tentu hal yg tdk baik dan tdk boleh sampai terjd, krna itu pantaulah anak-anak kita setiap saat, sediakan wkt khusus utk berdoa bersama dan berkomunikasi ttg apa yg mrka alami hari itu.
Kedua, saat kita sndri, tinggallah di tempat yg ‘aman’. Spt Yesus saat itu ada di Bait Suci, shga mudah ditemukan, kita jg saat sndrian hrs tetap ada di dlm Tuhan. Orgtua suatu saat pasti akan meninggal, sdr kandungpun sdh sibuk dg masing-masing keluarganya, teman dan sahabat pny keterbatasan dlm hal mampu menolong dan memperhatikan kita, jd kita tdk bs mengandalkan manusia trs menerus, andalkan Tuhan, jgn menjauh dr hadirat Tuhan. Stress dan depresi serta tekanan hidup seringkali menyeret kita keluar dr ‘zona’ Tuhan, tanpa kita sadari kita lebih membesar-besarkan situasi yg ada dan kehilangan iman percaya kita pd Tuhan. Dlm kondisi terburuk sekalipun, jgn kita keluar menjauh dr Tuhan, hidup kita akan ada dlm bahaya besar.
Hal yg terpenting, jgn sampai kita menjd anak yg ‘hilang’ dr hadapan Tuhan, bangun komunikasi trs menerus dg Dia, perkuat iman dan percaya kita.