DI 28122020
Lukas 16:25 KJV
But Abraham said, Son, remember that thou in thy lifetime receivedst thy good things, and likewise Lazarus evil things: but now he is comforted, and thou art tormented.
- Tapi Abraham berkata: “Anak, ingat bahwa kamu dalam seumur hidupmu menerima hal-hal baikmu, dan begitu juga Lazarus hal-hal buruk, tapi sekarang dia dihiburkan, dan kamu tersiksa
Kita hrs bs memahami ayat ini secara benar krna jika salah mengartikannya maka kita akan punya pemahaman ttg kehidupan yg salah.
Pemahaman yg salah ttg ayat ini adalah: kalau hidup enak di dunia nanti tersiksa setelah mati, kalau hidup menderita di dunia nanti akan bahagia setelah mati, kalau begitu hrs menderita hidup di dunia spya nanti bahagia setelah mati. Tdk spt itu memahaminya krna kita hrs belajar melihat dr sudut pandang Tuhan. Dlm hidup tiap org pasti Tuhan sediakan hal-hal yg baik dan pasti jg tiap org bisa mengalami hal-hal yg buruk dlm hidupnya. Lalu knpa si org kaya ini justru menderita setelah dia mati? Info yg kita dpt bhw org kaya ini bernasib hidup dlm kemewahan, dan Lazarus ini terbaring di dekat pintu gerbang si org kaya ini, penuh borok dan kelaparan.
Salahkah hidup mewah? Bukankah hak tiap org menikmati seberapapun harta yg dimilikinya? Tentu tdk salah, namun jika ada seorg miskin yg terbaring di dpn rumah namun tdk berbuat apa-apa, bahkan membiarkan dia makan remah-remah dr meja kita, di mana hati nurani kita? Di mana belas kasihan kita? Bukankah kita menjd org yg kejam, senang melihat org yg susah dan menilai mrka sama spt binatang? Kaya tp kejam, nanti stlah mati akan mengalami siksaan, ini alasannya. Lazarus pengemis ini hidup menderita, tubuhnya sakit, tp dia tdk menyalahkan Tuhan atas keadaannya, menerima yg baik maupun yg buruk jika Tuhan memberikannya. Dia tetap mkn dr remah-remah, mknan yg jatuh dr meja org kaya itu, dan tdk mengutuk org kaya itu krna memperlakukannya spt binatang dan barang mainan.
Kalau kita dilimpahi Tuhan dg harta dunia, nikmatilah, tp jgn lupa peduli dg mrka yg keadaannya spt Lazarus pengemis dlm kisah ini, jgn kejam terhadap kaum yg lemah dan tak berdaya.