Menerima Yang Sudah Berlalu

DI 10022021

Kejadian 45:5

  • Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Tuhan menyuruh aku mendahului kamu.

Apa yg akan kita lakukan jika suatu saat kita dipertemukan kembali dg org-org yg telah membuat kita menderita, kehilangan bnyk hal? Apa reaksi kita yg sejujurnya?

Menerima yg sdh terjd sbg sebuah hal yg memang Tuhan atur itu tdklah mudah, krna bkn saja hal yg baik, tp jg hal yg tdk baik, buruk, membuat kita kehilangan bnyk hal, waktu, dsbnya. Reaksi org bs saja berbeda-beda, spt Yusuf dlm kisah ini, reaksinya justru memberikan sebuah kesejukan bagi saudara-saudaranya, Yusuf memandang bhw semua yg terjd itu memang bagian dr proses Tuhan spya apa yg baik itu terjd di masa yg akan dtg. Sptnya memang perlu ada org yang jadi ‘korban’ dan ‘pelakunya’, dan tentu hal itu bs saja merusak hububgan baik yg ada. Menerima apa yg sdh terjd dg pikiran yg jernih dan hati yg mengampuni itu perlu memerlukan kerelaan hati dan jg kasih yg besar dlm hidup kita.

Menerima keadaan diri kita bkn berarti menerima tanpa batasan yg wajar. Org yg berlebihan menerima kelebihan yg dia miliki maka itulah kesombongan, dan org yg berlebihan menerima kelemahannya akan membuat dirinya menjd minder. Jd bkn menerima diri apa adanya krna itu bs membuat kita bhw semuanya itu ‘takdir’ dr Tuhan, tdk bs diubah dan akan terjd di sepanjang hidup kita. Yg benar itu bukan ‘self acceptance’ tp ‘past acceptance’, artinya masa lalu tdk bs kita ubah, baik dan buruknya telah menjd sejarah, namun hari ini dan masa dpn itu bs kita ‘ciptakan’ bersama Tuhan. Kita masih bs lebih baik dr hr yg lalu, dulu gagal tp nanti kita bs berhasil, jd kita hidup bkn berdasarkan pd masa lalu.

Kita mgkin sdg dlm keadaan terpuruk, namun jgn biarkan masa lalu menjd masa dpn kita, ada Tuhan dan kuasa-Nya yg sanggup mengubahkan hidup kita menjd lebih baik asalkan kita pny tatapan ke masa dpn yg lebih baik.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.