Iman dan Kuasa Tuhan

DI 13042021

1 Korintus 2:5 KJV
That your faith should not stand in the wisdom of men, but in the power of God.

  • Supaya imanmu tidak berdiri di dalam hikmat manusia, tapi di dalam kuasa Tuhan

Kadang kita sulit utk membedakan mana yg adalah hikmat manusia dan mana yg adalah hikmat dr Tuhan, krna keduanya pasti berisikan hal-hal yg baik, positif, dan jg membangun.

Jd bgmna kita bs membedakannya? Satu hal yg mgkin bs menjd acuannya adalah apakah hikmat yg disampaikan berasal dr org yg hidupnya mengandalkan Tuhan atau tdk, walaupun terlihat bijaksana isi dr perkataan hikmatnya, kita bs menilai ‘arah’ dr hikmat itu: memuliakan Tuhan atau memuliakan kehebatan manusia. Ini mgkin bs menjd sedikit patokannya, dan kita hrs bs membedakan keduanya shga tdk terjebak dlm kesombongan yg tdk kita sadari mulai muncul ketika memakai hikmat manusia. Hikmat manusia bs kita lihat dlm berbagai macam wujud, seperti ilmu pengetahuan, kata-kata motivasi, filsafat, dsbnya. Hikmat manusia bersifat masuk logika, sementara hikmat dr Tuhan bs melampaui logika manusia.

Iman hrs berdiri di atas kuasa Tuhan, jd iman itu berhubungan dg hal-hal yg tdk bs manusia lakukan dg keterbatasan yg dia miliki. Kalau kita memiliki iman, maka kita percaya bhw Tuhan itu ada, Dia punya kuasa yg tdk terbatas, bahkan berkuasa menentukan apa yg akan terjd atas hidup kita. Hikmat manusia mgkin terdengar hebat, tp hanya bs mempengaruhi tetapi tdk bs menentukan masa dpn seseorg. Jd jgn salah mengimani sesuatu, bahkan apa yg hamba Tuhan katakan sekalipun, bs jd yg dikatakannya masih tergolong ke dlm hikmat manusia. Uji segala sesuatu krna kalau ‘salah’ mengimani maka hasil yg terjd nantinya justru meleset dr apa yg kita harapkan. Iman menghubungkan kita dg kuasa Tuhan, maka sesuatu yg dr Tuhan itu akan terjd dlm hidup kita.

Sebagian org menganggap kuasa Tuhan sdh berakhir di zaman ini, itu tanda bhw mrka tdk memiliki iman, tp sbg org yg percaya pd Tuhan Yesus, kita percaya bhw kuasa-Nya itu kekal.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.