DI 15042021
Matius 7:26-27
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
- Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Suka dengar firman Tuhan itu satu hal yg tentu saja baik dan positif, tp kalau hanya dengar tapi tdk mempercayainya apalagi mau melakukannya, org ini akan rusak hidupnya.
Firman Tuhan bknlah dongeng, bkn jg spt kata-kata motivasi, filsafat, apalg hikmat manusia, jd bkn sesuatu yg hanya utk suka didengar, tp wajib utk dilakukan oleh org yg percaya pd Tuhan. Sebagian org hanya mau berkat-Nya saja, tp tdk yakin, tdk percaya pd firman Tuhan shga tidak mau atau ragu-ragu utk melakukannya. Ada org suka dengar khotbah bahkan dia selalu memuji-muji si pengkhotbah dan selalu hadir di manapun si pengkhotbah ini melayani firman, mgkin pikirnya kalau khotbah itu spt ‘drama Korea’ yg ber-seri, kalau tdk selalu update nanti ketinggalan ‘rhemanya’. Tuhan tdk mencari org-org yg menjd ‘fans’ khotbah dr hamba Tuhan yg terkenal atau senior, yg Tuhan cari adalah org yg mendengar lalu kemudian berniat utk mempraktekkannya.
Motivasi org ikut Yesus itu beragam, ada yg memang ingin sungguh-sungguh hidup benar dlm Tuhan, ada jg yg cuma ingin diberkati/menjd kaya, ada jg yg cuma main-main, ingin tahu hidup Kristen itu spt apa. Di sinilah kita temukan 2 macam golongan org Kristen: org Kristen pelaku firman Tuhan dan org Kristen ‘palsu’, tdk berani mengingkari Yesus itu Tuhan tapi berani utk tdk mau percaya akan firman Tuhan, tdk mau dilakukan krna memang tdk percaya akan firman-Nya. Masih suka dg kebenaran versi ‘gue’, firman yg bisa diterima logikanya ya diterima, yg tdk bs diterima akal sehat ya ditolak. Kalau dia percaya firman Tuhan, tdk boleh pilih-pilih mana yg mau dilakukan, semua firman dr Tuhan wajib dilakukan kalau mengaku sbg pengikut Kristus atau org Kristen.
Apakah ini fanatik? Bacalah ayat ini:
Yakobus 2:10
Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.