Belum Tentu Cocok

DI 17042021

1 Samuel 17:39

  • Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

Saul kita tahu bhw dia memiliki tinggi badan yg lebih di antara org Israel, tentu baju perangnya tdklah pas utk dipakai oleh Daud, ukurannya pasti beda.

Mengapa Daud mencoba dahulu pakaian perang Saul? Tentu ini sbg penghormatan pd Saul yg adalah raja Israel. Dicoba dan ternyata membuat gerakan Daud menjd tdk leluasa dan akhirnya dia tdk jd utk memakainya. Lewat peristiwa ini kita bs bljar ttg sesuatu, apa yg dipakai oleh org lain belumlah tentu cocok utk kita pakai jg, ini bkn bcra ttg pakaian, tp ttg prinsip hidup, ide, saran, nasehat, dsbnya. Walau mgkin kita hrs menolak dg sdkit rasa ‘tdk enak hati’, namun kita hrs melakukannya, ini spya kita bs mewujudkan apa yg jadi tujuan hidup, cita-cita, dan lain-lain. Kita hrs tahu pasti apa yg cocok dg hidup dan karakter kita, jgn sampai ketika kita paksa utk menggunakan apa yg org lain berikan justru berakhir dg kegagalan dan sia-sia.

Demi menghormati tawaran baik org lain, ada baiknya kita mencobanya dulu, stlah terbukti tdk cocok maka tentu org itu akan sadar bhw yg dia tawarkan itu hal yg baik namun tdk cocok utk kita. Jd ditolak bkn krna tdk menghargai, tp krna tdk pas, kita kalau ada dlm posisi yg menawarkan jg jgn sampai tersinggung, yg penting itu org tsb bs melakukan apa yg baik, tepat dan memang sesuai dg kebutuhannya. Jadilah org yg trs mensupport seseorg sampai dia menggenapi apa yg menjd tujuan hidupnya. Minimal doakan scra rutin, memberi perhatian dan memberi bantuan sesuai dg kemampuan kita. Setiap org tentu membutuhkan semuanya itu krna tdk ada kesuksesan yg dilakukan hanya seorg diri saja.

Bersyukurlah kalau kita diperhatikan scra rutin, kitapun hrs memperhatikan org lain jg, mensupport mrka utk mencapai tujuan hidup yg mulia.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.