DI 15052021
Mazmur 9:18 KJV
For the needy shall not alway be forgotten: the expectation of the poor shall not perish for ever.
Karena yang berkebutuhan akan tidak selalu dilupakan, harapan orang miskin tidak akan binasa selama-lamanya.
Kata ‘needy’ sedikit berbeda dg ‘poor’, org yg tergolong ‘needy’ (ebyôn = lebih dari sekedar miskin, perlu pertolongan dr Tuhan, tertindas, melarat) lebih parah keadaannya drpd org yg sekedar miskin (harta).
Mengapa penulis mazmur ini berkata bhw org yg tergolong berkebutuhan atau ‘needy’ justru sering dilupakan krna ditulis bhw mrka tdk akan selalu dilupakan? Kalau sesuatu atau seseorang dilupakan berarti ada org yg melupakannya. Kita tahu bhw dlm bermasyarakat ada saja hubungan antar masyarakat dikaitkan berdasar pd status ekonominya, ada org kaya yg tdk mau pny hubungan dg org yg miskin dlm bermasyarakat. Tentu ada alasan mengapa mrka melakukan itu. Krna berteman hanya dg yg ‘selevel’ maka timbullah ‘tembok’ pemisah yg tentu saja membuat mrka tdk bs melihat keadaan satu sama lain. Nasib para ‘needy’ ini biasanya terungkap setelah terjd sesuatu yg mengenaskan, diviralkan lewat media sosial, televisi, dsbnya, barulah org sadar bhw ada org lain yg sangat buruk keadaannya.
Org miskin pasti pny harapan utk bebas dr kemiskinannya, namun mgkin banyak menghadapi kendala, ketdk mampuan, dsbnya, shga sebagian dr mrka berpikir bhw yg bs mrka lakukan hanya memiliki impian utk bebas dr kemiskinan, dan itu tdk akan pernah bs menjd sebuah realita. Tuhan melihat org kaya dan org miskin, apa yg diperbuat org kaya dg kekayaan yg dimilikinya, dan jg apa yg diperbuat org miskin dg kemiskinannya, keduanya akan dinilai oleh Tuhan shga bs saja terjd satu pertukaran tempat: yg miskin jd kaya dan org kaya jd miskin. Melalui ayat ini kita belajar dlm keadaan yg ‘tdk baik’ bs kita lewati dan lepas dr itu kalau kita tetap memiliki harapan dan aktif utk berusaha dg tekun, tdk malas dan putus asa. Ada Tuhan yg mendengar doa dan melihat apa yg manusia kerjakan, apakah msh punya iman atau menyerah pd keadaan.
Jgn lupakan mrka yg ‘needy’ dan miskin ketika mrka ada dlm kesukaran, krna mata Tuhan melihat apa yg kita perbuat dg kekayaan yg Tuhan percayakan pd kita utk dikelola dan jg dinikmati, ingat bhw dlm hal kekayaan atau kemiskinan, tiap org akan mempertanggung jwbkannya di hadapan Tuhan.