DI 17052021
Lukas 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Posisi, kedudukan, jabatan, semuanya ini adalah pemberian Tuhan pd org-org yg Dia nilai pantas utk mendudukinya, selain memang ada unsur penilaian kelayakan dr sesama manusianya.
Diturunkan dr jabatan atau tahta, tentu sesuatu yg memalukan, krna perlakuan ini sangat tdk terhormat dan bs mencoreng nama baik seseorg. Biasanya krna terjd pelanggaran hukum dan norma berkaitan dg aturan yg mengikat sebuah jabatan, sebagian dipecat scra tdk terhormat, ada yg dimutasi pindah ke jabatan yg lebih rendah, sebagian lg dikenakan sanksi dan dicabut fasilitasnya. Ini dr sisi pandang manusia, bgmna dg dr sisi pandang Tuhan? Pastinya Tuhan pny kriteria atau standart yg sangat tinggi sblum Dia akan menentukan seseorg turun dr jabatannya atau justru Dia promosikan utk menjabat posisi yg lebih tinggi dr sblumnya. Ini tentu jg berkaitan dg kaya atau miskinnya seseorg. Intinya Tuhan pny otoritas penuh mengenai hal ini.
Apa respon kita? Jgn kita berpikir bhw kita bs menjabat sesuatu dlm jangka wkt yg cukup lama krna kita kenal dg cukup bnyk org-org penting yg pny kekuasaan. Kawan bs berubah menjd lawan, sekejap saja seseorg bs dikhianati org yg justru dekat dan dipercaya. Apalg kalau Tuhan menilai kita sdh tdk pantas ada di jabatan itu, maka kita tdk bs menahan Tuhan utk menggantikan posisi kita utk org lain yg menurut Dia lebih pantas utk menduduki posisi itu. Bersikaplah bijaksana, bangun hubungan baik dg lingkungan di jabatan kita dan jg pastinya mengerjakan tugas dan kewajiban dg penuh tanggung jwb, jgn sampai ada ‘celah’ bagi org lain untuk menjatuhkan kita. Hidup benar dan kudus di hadapan Tuhan, ini jg penting.
Jabatan atau profesi adalah tanggung jwb besar, inipun tdk bersifat abadi, suatu saat Tuhan bs membuat kita ‘naik’ atau ‘turun’ dr jabatan kita yg sekarang ini. Jgn sombong dan arogan.