DI 19052021
Kejadian 11:30
Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.
Sarai sblum nantinya namanya menjd Sara, disebutkan dlm silsilah keluarga Abram (Abraham) dg sebuah keterangan yg tidak membanggakan tentunya: dia disebutkan dg keterangan bhw dia itu tdk punya anak krna mandul.
Jd ketika org mendengar nama Sarai, yg teringat di ingatan bnyk org bkn hanya dia itu sangat cantik, namun jg mrka ingat bhw Sarai itu mandul, pd zaman itu hal kemandulan dipandang sbg sesuatu yg negatif, tanda bhw kandungannya itu tdk diberkati oleh Tuhan bahkan bs dianggap sbg sebuah kutuk. Kalau org ingat akan kita dg hal-hal yg positif, tentu kita sangat merasa bangga, tp kalau yg melekat pd diri kita itu sesuatu yg negatif, tentunya kita akan merasa malu. Saat kita berjalan maka org akan membicarakan hal negatif itu dan tentu saja ini sangat menyakitkan. Kita ingat ketika Hana, ibu dr Samuel, saat dia blm memiliki anak, istri lain dr suaminya atau madunya, merendahkan dia trs menerus dan itu sangat menyiksa batinnya.
Mengapa keterangan bhw Sarai mandul itu dicatat? Kalau sesuatu dicatat dlm Alkitab, berarti sesuatu itu penting utk diketahui. Setelah dia pergi bersama dg Abraham, suaminya, diapun masih hrs menanggung malu selama 24-25 tahun, barulah pd akhirnya Tuhan menepati janji utk memberi mrka keturunan. Selama puluhan tahun menanggung malu, apakah kita sanggup? Namun dlm perencanaan Tuhan yg sempurna, hal yg memalukan itu merupakan ‘bahan dasar’ utk Tuhan menyatakan kuasa dan mujizat-Nya. Utk kuasa kesembuhan dinyatakan, perlu ada org yg sakit, utk mujizat kebangkitan hrs ada yg mati dahulu. Jd hiduplah dg tetap bersyukur krna kalau memang itu bagian dr rencana Tuhan, maka hal memalukan yg kita alami bs Tuhan pakai sbg ‘bahan dasar’ utk Dia menyatakan kuasa-Nya.
Rencana Tuhan tdk selalu bs kita pahami, namun tetaplah percaya akan kuasa Tuhan, Dia itu adil, mujizat dan pemulihan jg adalah hak kita sbg anak-anak Tuhan utk mengalaminya.