DI 13072021
Yesaya 30:20 KJV
And though the Lord give you the bread of adversity, and the water of affliction, yet shall not thy teachers be removed into a corner any more, but thine eyes shall see thy teachers:
Dan meskipun TUHAN memberimu roti kemalangan dan air penderitaan, namun pengajar-pengajarmu tidak dipindahkan ke dalam sebuah sudut lagi, tapi matamu akan melihat pengajarmu.
Dari ayat ini kita belajar ttg 2 hal bahwa bkn hanya Tuhan memberikan sesuatu dg berlimpah, tp Dia jg memberikan kita kemalangan dan penderitaan sbg suatu pembelajaran bagi kita.
Pertama, kemalangan dan penderitaan itu spt roti dan air minum yg hrs kita konsumsi, jika tidak maka kita akan ‘mati’ krna ‘tdk makan dan tdk minum’, dan itu ternyata pemberian Tuhan. Jadi inilah yg sering tdk diajarkan pd org Kristen shga ketika kemalangan dan jg penderitaan itu tiba-tiba dtg, bnyk org yg tdk siap menghadapinya. Tentu ada alasan mengapa Tuhan memberikan itu pd kita, apakah itu sbg hukuman Tuhan atas dosa yg diperbuat, ataukah sbg sebuah ujian bagi kita, ada yg ingin Tuhan buktikan dr diri kita. Tuhan itu baik, bkn berarti kita dimanjakan dg hal yg baik saja, spt orgtua mendidik anak, kadang ada hajaran, pukulan, tamparan dan yg lainnya, sesuatu yg tdk ingin kita terima dr orgtua kita, spt itu jg kita diberikan Tuhan roti kemalangan dan air minum penderitaan.
Kedua, kemalangan dan penderitaan itu jg adalah materi pembelajaran yg Tuhan ingin kita ada di dlmnya. Tuhan ingin kita menderita? Ya, itu benar, dan Dia lakukan itu demi sebuah tujuan yg mendatangkan kebaikan, kemuliaan dan jg utk mendewasakan kerohanian kita. Dlm keadaan diberkati berlimpah, kita sering lengah bahkan terseret utk berbuat bnyk dosa, lebih mencintai uang drpd mengasihi Tuhan. Tentu ini berlaku kasus per kasus, tp utk tahu apakah benar kita lebih mengasihi Dia drpd yg lain, maka kita Tuhan izinkan utk mengalami kemalangan dan juga penderitaan. Ujian itu ada waktunya, kapan mulai dan kapan selesainya, Tuhan yg tentukan waktu utk itu. Kita hrs ‘pandai’ dlm kerohanian spya tdk terlalu lama mengalami ujian itu dan kita bs mengerjakan ‘soal ujian’ itu dg jwban yg Tuhan inginkan, shga kita tdk terlalu lama mengalami kemalangan dan penderitaan itu.
Kualitas karakter dan rohani kita akan terlihat jelas saat mengalami hal-hal yg buruk dlm hidup kita, biarlah saat kita mengalaminya, kita tdk menambahkan dosa lain shga keadaan kita justru akan semakin terpuruk.