Kenapa Diam Saja?

DI 19072021

2 Raja-raja 7:3
Empat orang yang sakit kusta ada di depan pintu gerbang. Berkatalah yang seorang kepada yang lain: “Mengapakah kita duduk-duduk di sini sampai mati?

Situasi saat itu dlm suasana perang, dan 4 org kusta ini ada di depan pintu gerbang yg tentunya saat itu tdk ada org lain di sana krna bs saja dibunuh oleh musuh. Jd mrka ada di perbatasan namun tdk boleh masuk ke dua area itu.

Zaman itu org kusta tdk diizinkan mondar mandir dlm area pemukiman penduduk krna kenajisan mrka sbg org kusta. Krna itulah mrka ada di depan pintu gerbang dan dlm situasi perang tentunya keadaan mrka makin sulit shga mrka akhirnya hanya bs pasrah dg keadaan, putus asa dan hanya bs duduk-duduk di situ sambil berharap ada org yg lewat menolong mrka. Pd akhirnya seorg dr antara mrka mulai bcra dan menjabarkan pemikirannya yg saat itu, knpa cuma duduk-duduk saja, knpa tdk mencoba masuk ke kampung halaman atau masuk area musuh, toh mrka pasti mati jg. Kemudian kita tahu crta selanjutnya, mrka menjd ‘informan’ yg sangat berjasa bagi bangsanya. Dr kisah ini kita bs ambil pelajaran penting yg ada relevannya dg keadaan yg sdg terjd skrg ini.

Rasa takut akibat makin gawatnya efek dr varian baru yg muncul dr pandemi ini, membuat sebagian org berpikir bhw situasi makin buruk, yg diam di rumah dan lakukan prokolol kesehatan super ketat pun ternyata terinfeksi jg, maut terasa bgtu dekat di depan mata, ekonomi makin goncang, entah apa yg hrs diperbuat, kiri kanan kita dengar keluhan org-org ttg apa yg mrka alami. Spt kata org kusta itu: knpa kita hanya duduk-duduk saja menunggu kematian datang?, kita jg sebaiknya tdk hanya diam sambil menunggu kabar baik dtg sehubungan dg pandemi ini, padahal kita tdk tahu kpn semua ini akan berakhir. Hanya diam tdk akan mengubah keadaan, hrs lakukan sesuatu dg berani, tentunya jg tetap menggunakan hikmat dan akal sehat, bkn bermodalkan nekad dan sok berani, minta petunjuk Tuhan dan lakukan apa yg kita bs, walaupun perubahan yg terjd hanya sedikit saja.

Diam menantikan Tuhan itu betul, tp diam krna putus asa dg keadaan itu yg hrs kita hindari, berani bkn berarti nekad, tp kita mengalahkan ketakutan dan memulai suatu perubahan yg ke arah positif.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.