Peran Ibu Dalam Kerohanian Anak

DI 20082021

2 Raja-raja 22:1-2
Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Orgtua dr Yosia adalah raja Amon dan ibunya adalah Yedida binti Adaya, kita telusuri bhw raja Amon hidup jahat di mata Tuhan dan dia mati dibunuh oleh pegawai-pegawainya, dan mengangkat Yosia menjd raja saat berusia 8 tahun.

Ayahnya berlaku jahat di mata Tuhan, namun Yosia tdk mengikuti cara hidup ayahnya, dia hidup benar di hadapan Tuhan. Agaknya peran ibunya sangat penting dlm mengarahkan kerohanian Yosia, mengajarkan bgmna hidup takut akan Tuhan dan taat pd hukum-hukum Tuhan. Dlm realita hidup, kita temukan bnyk ayah yg tdk hidup benar dan tentu ini bs mempengaruhi kerohanian sang anak, namun krna kerohanian sang ibu itu kuat, maka anak-anaknya hidup tdk mengikuti cara hidup ayah mrka. Ajar anak-anak kita sejak kecil utk memiliki kerohanian yg baik dan kuat, krna bila diajar saat sdh remaja apalg dewasa, maka lebih sulit utk melakukannya. Tentu dibantu saat anak-anak terlibat dlm Sekolah Minggu, namun tanggung jwb utama tetap ada pundak orgtua.

Dlm kondisi pernikahan yg diambang perceraian, yg dikedepankan biasanya ttg hal-hal yg sifatnya hanya berkaitan dg pasangan hidupnya, mgkin krna ada salah satu pihak yg selingkuh, tdk ada lg kemanisan dlm pernikahan, dsbnya, namun bgmna nanti kerohanian anak agaknya tdk menjd alasan yg kuat utk mrka tdk jd bercerai. Sangat munafik bila kita ‘mengasihi jiwa-jiwa’ hanya dlm konteks penginjilan mencari jiwa baru utk Tuhan saja, bknkah ada ‘jiwa’ yg hrs dikasihi yaitu anak-anak kita? Jgn sampai jiwa mrka direbut oleh org yg tdk beriman pd Kristus, misalnya krna dipacari lalu dinikahi dg syarat utk meninggalkan iman Kristen dg sedikit cara tdk baik: menjelek-jelekkan Kristen dg mengambil contoh yg buruk dr iman kedua orgtuanya.

Sekalipun mgkin orgtua kita tdk hidup benar di hadapan Tuhan, namun itu bkn alasan yg tepat utk kita hidup serupa dg mrka, kita bertanggung jwb jg atas kerohanian kita masing-masing.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.