Asal Aman Sendiri

DI 19082021

2 Raja-raja 20:16-19
Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN!
Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”
Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”

Kesan saya membaca ayat ini ada sdkit rasa kesal, ada seorg raja yg diberitahu Tuhan apa yg akan terjd atas bangsanya dan jg keturunannya, yg akan terjd nanti adalah hal yg buruk, namun malah bilang bhw itu adalah hal yg baik.

Orgtua normal pasti sedih jika tahu nanti anak cucunya akan mengalami hal buruk bshkan hal yg hina, dan pastinya akan minta pd Tuhan utk mengubah semuanya itu. Tp raja Hizkia justru ingin aman sndri, yg penting selama dia hidup, keadaannya masih baik-baik saja, biarkan anak cucu mengalami hal buruk dan terserahlah mrka mau bagaimana mengatasinya. Ini tentu bkn suatu sikap terpuji yg dimiliki selaku orgtua apalg bagi seorg pemimpin kerajaan. Tuhan bs saja mengubah jika ada sebuah pertimbangan khusus, spt wkt Dia menunda kematian raja Hizkia 15 tahun lg. Tp raja Hizkia tdk meminta Tuhan utk mengubahnya, membiarkan anak cucunya mengalami hal yg buruk sbg bentuk kutukan dr Tuhan, hukuman yg hrs diterima akibat dosa masa lalu. Kita sbg orgtua seharusnya berusaha menyiapkan masa dpn yg baik dan cerah utk keturunan kita, krna sadar bhw suatu saat kita tdk mgkin trs bersama dengan mereka, entah krna mrka nantinya akan berkeluarga atau krna kita meninggal nantinya.

Tuhan kita itu adil, satu sisi Dia pasti akan memberi hukuman atas dosa yg telah kita perbuat, dan di sisi lainnya Dia punya belas kasihan yg bs ‘meringankan’ beban hukuman yg akan diterima. Ini bs kita lihat saat Abraham ‘tawar menawar’ dg Tuhan saat diberitahukan bhw Dia akan segera menghukum Sodom dan Gomora. Abrahan tahu bhw hukuman Tuhan hrs dijalankan, namun dia ingat bhw keluarga Lot tinggal di dekat daerah itu, dia tidak ingin keluarga Lot ikut binasa, krna itulah dia memohon pd Tuhan dg maksud spya Tuhan menyelamatkan keluarga Lot. Kita tahu crta berikutnya bhw Tuhan akhirnya menyelamatkan keluarga Lot menjelang penghancuran kota Sodom dan Gomora. Ketika kita diberitahu ttg sesuatu yg buruk akan terjd, tdk ada salahnya minta pd Tuhan utk tdk jd melakukannya, tapi tetap ingat bhw kedaulatan ada di tangan Tuhan, kita hanya sebatas bs memohon, tp keputusan tetap ada di tangan Tuhan, tunduklah pd apa yg menjd keputusan Tuhan krna Dia hrs bersikap adil.

Usahakanlah yg baik utk keturunan kita kelak, tp bkn memanjakan mrka, namun mendorong mrka pny kemandirian dan mental yg kuat, tetap mendoakan yang terbaik utk masa depan mrka.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.