DI 21092021
Amsal 19:4 KJV
Wealth maketh many friends; but the poor is separated from his neighbour.
Kekayaan membuat banyak teman, tapi si miskin dipisahkan dari sesamanya
Dlm pertemanan sedikit banyak faktor keadaan ekonomi seseorg menjd hal yg mempengaruhi langgeng tidaknya pertemanan itu berlangsung, walaupun sdh berusaha sebaik mgkin berteman, tp krna satu peristiwa bs saja memicu pertengkaran.
Pertemanan yg sejati terjalin tanpa pny masalah dg kesenjangan ekonomi yg ada, artinya si kaya mau berteman dgn si miskin dan merasa tdk terbebani utk lebih sering memberi drpd menerima. Misalnya ketika saat makan bersama, maka si kaya akan dg senang hati lebih sering ‘mentraktir’ drpd ditraktir: uang kamu biar dipakai utk hal yg penting, kalau soal makan bersama, biar aku saja yg keluar uang. Namun tentu saja tiap org pny kesensitifan perasaan yg berbeda-beda levelnya. Si miskin bs jd berpikir bhw org akan menganggapnya sbg org yg tdk tahu diri, tdk keluar uang sama sekali, dan pikiran ini suatu saat bs melahirkan perkataan yg pedas krna dia ingin tetap dihargai walaupun dia miskin, dan kalau timbul iri hati, maka si kaya akan dianggap memamerkan kekayaannya di hadapan org lain.
Org yg miskin memang sensitif pd sisi tertentu dlm pikiran dan emosinya. Dlm dirinya mgkin berpikir mengapa dirinya tetap miskin sampai skrg, malu bila hrs berada dlm lingkungan yang levelnya menengah ke atas, pandangannya bisa berisi kecurigaan bhw org-org pasti tdk nyaman dg kehadirannya. Org miskin pasti minder, gugup dan cenderung utk menyendiri, keluar dr lingkungan yang dia anggap tdk bs menerima kondisi dirinya yg miskin. Sbg seorg Kristen, kita diajarkan utk mengasihi sesama tanpa memandang kondisi ekonomi org lain. Ini terlihat pd cara hidup dlm jemaat mula-mula di Kisah Para Rasul, yg kaya berbagi dg yg miskin shga tdk ada yg kekurangan. Kasih memandang org lain sbg sesama ciptaan Tuhan yg patut dikasihi dan menerima kebaikan dr Tuhan melalui kita.
Praktekkan kasih Kristus pada sesama apapun kondisi ekonomi yg dimilikinya, spt Tuhan Yesus saat di dunia, baik org yg kaya dan yg miskin, Dia perlakukan dg penuh kasih.