DI 08102021
Kisah Para Rasul 19:37
Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya.
Kisah ini berlatar belakang resahnya pengusaha pembuat kuil dewi Artemis di Efesus akibat pemberitaan Injil di sana dan mengancam kelancaran dari usaha yg mrka rintis sekian lama.
Menarik sekali yg dicatat dr penginjilan ini adalah bhw tdk terjd penghujatan atau jg perusakan terhadap berhala yg disembah di sana. Penginjilan yg benar seharusnya berfokus pd pembuktian yg akurat mengenai Yesus itu Tuhan, bkn malah lebih ke arah perdebatan untuk membuktikan bhw apa yg disembah itu bukan Tuhan. Penginjilan hrs dilakukan dg niat membw perdamaian, beritakan ttg keselamatan di dlm nama Yesus, yakinkan dg pembuktian yg akurat, baik melalui Alkitab maupun kesaksian yg pernah dialami. Tentu bertobat atau tdknya org yg diinjili, itu adalah utusan Roh Kudus, kita hanya memberitakan saja dan Tuhanlah yg menjamah org yg mendengarnya. Bila org itu menolak utk percaya, jgn dianggap spt musuh, tetap bangun komunikasi yg baik.
Memang kadang tdk bs dihindari utk berdebat membuktikan yg org itu yakini dan disembah itu adalah tuhan, tentu kita jg hrs bs mengarahkan org itu utk menemukan sndri kebenaran ttg siapa Tuhan yang benar. Tdk perlu menghujat krna itu hanya membuat org berpikir bhw niat kita itu tdk tulus dan cuma ingin tahu siapa yg menang atau kalah dlm berdebat. Pertobatan sejati lahir dr jamahan Tuhan dlm hidup seseorg, bkn dr hasil perdebatan. Jd andalkan kuasa Tuhan bekerja saat penginjilan, bukan kemampuan intelektual kita berdebat, yg diutamakan adalah kesadaran org itu mengenai dosa dan apa yg Yesus telah lakukan utk menebus dosa kita. Kita jg hrs ingat bhw tdk semua org yg mendengar ttg Injil akan percaya, ada jg yg menolaknya.
Bawalah penginjilan sbg misi yg damai, perhatikan cara kita dlm melakukannya terutama dlm cara berbicara dan tetap berdoa sementara kita sdg menginjili seseorg shga kuasa Tuhan menjamah org itu.