Memahami Perasaan Orang Lain

DI 15112021

Roma 12:15
Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!

Dlm hidup berkomunitas kita hrs ingat sebuah kata yg penting yaitu ‘saling’ yg tentunya jika dipraktekkan utk hal-hal yang positif, pastinya akan sangat baik dampak dan hasilnya.

Bersukacita dg org bersukacita itu blm tentu hal yg mudah, kalau keadaan sdg sama-sama bersukacita, tentu hal ini mudah dilakukan, tp jika keadaannya justru bertolak belakang, bs saja justru yg timbul dlm hati adalah perasaan iri, minder, marah, dsbnya. Misalkan saja ada sepasang suami istri yg sdh 10 thn menikah tp blm punya anak, tp teman mrka baru 2 tahun menikah sdh punya anak, pikiran yg negatif bs saja muncul dan melahirkan sikap yg negatif jg. Bs timbul pikiran bahwa Tuhan pilih kasih, dsbnya. Jd utk bersukacita dg keadaan diri yg bertolak belakang tentunya perlu sebuah pengorbanan, hrs menahan diri dr bersikap negatif spya suasana tetap terjaga dg baik dan yg sdg bersukacita bs tetap menikmati kesukacitaan mrka. Menjaga perasaan org lain itu penting.

Menangis dg org yg menangis, ini juga sesuatu yg tdk mudah dilakukan. Ada berbagai sebab knpa seseorg ada dlm situasi yg membuat dia menangis, bisa saja karena ada kedukaan, kegagalan, putus asa, dsbnya. Jika ikut menangis bukannya nanti makin larut oleh rasa sedih yg mendalam? Tentu di sini dlm pengertian ikut menangis sbg wujud penghiburan bhw mrka tdk sendirian dlm melewati situasi yg sdg terjd. Kita siap memberi bantuan jika diperlukan dan berusaha utk memberikan nasehat dan kekuatan bagi mrka utk melewati semuanya dg baik. Jd bukan menangis utk melemahkan tp justru menopang mrka, ini sbg wujud kita tetap menjaga suasana agar tetap terkendali, karena kita sadar bhw tdk selalu org itu kuat dlm menghadapi situasi yg ada, saling menopang tentu ini yg dibutuhkan.

Jagalah perasaan dan suasana yg ada ketika ada org yg sdg mengalami hal yg membuat dia bersukacita ataupun yg membuat dia menangis.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.