DI 16112021
Roma 13:10
Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Bagi org Israel, Hukum Taurat menjadi sebuah hukum sekaligus peraturan yg berlaku utk hidup keseharian mrka, dan jelas hukuman apa yg dikenakan jika melanggar apa yg ada di dalamnya.
Scra isinya, tentu sangat sempurna, ini krna Tuhan sndri yg menentukannya, bkn hasil kesepakatan tua-tua ataupun mrka yg memiliki otoritas kekuasaan saat itu, bkn jg hasil rapat para imam. Namun hukum tanpa kasih tidaklah sempurna atau genap. Pengertian ttg genap di sini adalah tanpa cela, hal yg dianggap ganjil tentunya diartikan bhw masih ada hal yg kurang, tidak lengkap dan belum sempurna. Sekali lagi isi dr Hukum Taurat itu sdh baik, namun dlm prakteknya hrs dilakukan dg dasar yang benar yaitu kasih, tujuannya adalah utk memberi kesempatan pd manusia yg berdosa utk bertobat dan memperbaiki diri. Contohnya ketika Yesus suatu saat membebaskan seorg perempuan yang kedapatan berzinah, scra hukum Taurat tentunya dia akan mati dirajam.
Apakah ini berarti kita akan terbebas dr hukuman walaupun kita melanggar apa yg menjd hukum Tuhan? Pengampunan memang Tuhan sediakan, tetapi akibat dr perbuatan salah kita tetap hrs kita tanggung. Kesalahan diampuni berarti tdk dihukum, tapi syarat ini tentu saja berlaku jika kita ini sungguh-sungguh bertobat dr dlm hati, ingat bhw Tuhan tahu isi hati kita, pura-pura menyesal apalg pertobatan palsu justru semakin memperberat hukuman yg akan kita terima nantinya dr Tuhan. Inilah yg kita pahami: Tuhan tdk bisa dipermainkan, dan jgn sekalipun ingin mencobai Dia, dan jgn melawan kedaulatan Tuhan. Ini penting utk selalu kita ingat bhw setiap kesalahan memang Dia menyediakan pengampunan, tetapi akibat kesalahan itu tetap hrs kita tanggung.
Praktekkan hukum Tuhan dlm hidup ini dg didasari oleh kasih pd Tuhsn dan jg kasih pd sesama, barulah ini menjadi 1 hal yg genap dan memuliakan Tuhan.