DI 12022022
Yakobus 1:26 KJV
If any man among you seem to be religious, and bridleth not his tongue, but deceiveth his own heart, this man’s religion is vain.
Jika siapapun di antaramu terlihat menjadi religius, dan tidak mengekang lidahnya, tapi menipu hatinya sendiri, ibadah orang itu sia-sia.
Lidah kita menjd anggota tubuh yang sangat penting, bukan hanya dlm hal kesehatan, tapi juga dlm hal kerohanian kita, ada dosa yang disebabkan krna lidah kita, oleh perkataan kita.
Menjd religius di zaman itu tentu suatu posisi yg mendpt penghormatan khusus dr banyak org, dinilai sbg org yg ‘lebih dekat’ dgn Tuhan, lebih tahu ttg hukum Taurat dan cara hidup yg lebih sesuai dg apa yg Tuhan inginkan. Ini membuat sebagian org dan golongan berniat untuk mendpt penghormatan ini dgn memiliki penampilan luar yang religius, tapi sayangnya ini tdk diikuti dgn mengekang lidahnya sndri. Sesuatu yg perlu dikekang tentunya pasti ada alasannya, biasanya spya keliaran yg masih ada bs dikendalikan shga tidak menimbulkan hal-hal yg tdk diinginkan. Perlu dikendalikan, ini kata yg tepat berkenaan dgn lidah kita. Di dlm hal kesehatan misalnya, perlu menahan lidah kita utk mengkonsumsi sesuatu karena memiliki pantangan oleh sebab penyakit yg kita derita, maka dlm hal perkataan, kita perlu mengekang lidah dr mengucapkan hal-hal yg efeknya menjd negatif untuk diri kita. Seperti bumerang, perkataan yang kita ucapkan akan kembali pd kita disertai dgn dampak yg bisa negatif atau justru positif, dan hukum tabur tuai jg berlaku dlm hal perkataan.
Pantangan apa yg hrs kita perhatikan dlm hal ucapan kita? Perkataan yg kotor, yg menyakiti perasaan org lain, yg menghakimi, yg berisi hoax dan fitnah, kebohongan, bersaksi dusta, dan masih bnyk lagi. Kalau diumpamakan spt org yg punya penyakit komplikasi, pantangan makanan yg hrs dihindari sangat banyak, jika dilanggar pantangannya, waktu kematiannya akan semakin cepat. Jd kita hrs sadar bahwa menjaga lidah dan mengekangnya dgn baik akan menghindarkan kita dari bnyk masalah yg sebenarnya tdk perlu kita alami. Lidah yg tdk dikekang akan membuat ibadah kita jadi sia-sia, tdk ada gunanya. Di hadapan Tuhan kita mengucapkan puji-pujian, tapi pada org lain kita mengucapkan hal yg tdk pantas, ini berarti sbnarnya hati kita masih kotor, apakah bisa hati kita menjd tempat di mana Tuhan berbicara pd kita? Kita tdk menyiapkan dgn baik hati kita supaya Tuhan berkenan untuk menyampaikan isi hati-Nya pd kita kalau hati kita masih berisi benih ucapan-ucapan kotor yang nantinya akan keluar lewat ucapan kita.
Tidak salah menjd religius, itu satu hal yang mulia, namun itu perlu disertai dgn usaha utk mengekang lidah kita dgn baik, janganlah kita menipu hati kita sendiri dan juga menipu org lain.