Pulang ke Rumah

DI 26022022

Lukas 5:24-25
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu — : “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

Kisah ini mungkin berbeda kalau terjd zaman skrg ini, biasanya ada org lumpuh yg sembuh saat mengikuti suatu KKR atau ibadah, orang itu pasti akan diwawancarai, disuruh bersaksi dan dijadikan konten medsos yg nantinya bs membuat pemilik medsos menjd terkenal.

Tapi dlm kisah dlm ayat ini, Yesus justru tidak menahan org lumpuh yg baru disembuhkan utk tetap di sana dan disuruh bersaksi, Yesus langsung menyuruh dia pulang ke rumahnya. Apa alasan di balik ini? Secara logika, mgkin masih ada bnyk org di sana yang butuh untuk segera disembuhkan jg, di sana terlalu bnyk org sehingga jgn sampai berdesakan dan jadi kurang leluasa utk bernafas, org di rumahnya jg perlu mengetahui kabar sukacita itu bahwa anggota keluarganya yg lumpuh sdh sembuh dan pastinya mrka sangat bersukacita. Tapi alasan pastinya hanya Yesus yg tahu, yg bisa kita pikirkan adalah sepanjang perjalanannya pulang, pasti dia jg bersaksi pd org-org yang dia temui, dlm ayat ini dikatakan bhw dia juga memuliakan Tuhan sambil pulang ke rumah. Inilah yg bs kita pahami, selain hrs bersyukur karena telah mengalami kebaikan Tuhan, kita jg perlu untuk bersaksi ttg kebaikan Tuhan itu pd org-org yg kita temui dlm kesempatan yg ada di manapun kita berada. Masih bnyk org yg belum mengenal Tuhan dan kuasa-Nya.

Ketika Tuhan menyatakan kuasa-Nya, biarlah tetap segala pujian dan kemuliaan itu hanya utk Tuhan saja, jgn kita manipulasi kejadian itu utk membuat kita mendapat keuntungan dari sana, misalnya untuk membuat channel medsos kita menjd bertambah followernya. Peristiwa spt kesembuhan yg Tuhan lakukan pasti sedikit bnyk membuat jadi populer bagi penyelenggara acara atau ibadahnya, itu hal yg tdk bs dihindari, org yg dipakai Tuhan utk itu jg pasti menjd terkenal, tp apakah semua ini dilakukan utk Tuhan atau ada terselip satu tujuan yg lain, dgn memakai label ‘rohani’ tapi justru tujuannya ‘materi’, utk melakukan acara rohani memang butuh uang utk mendanainya tapi kita jgn sampai ingin mengambil benefit atau keuntungan dari sana. Krna uang, orang bs kehilangan ketulusan dlm melayani Tuhan dan ujungnya bs kehilangan keselamatan yg sbnarnya itu sudah diberikan Tuhan utk kita. Jgn menjd hamba uang, jgn cinta uang, tapi jadilah pengelola uang yg jujur dan baik, nanti pasti Tuhan berikan upah spt perumpamaan talenta (Matius 25), jujur dlm keuangan, kita akan masuk dlm kesukaan Tuhan.

Uang dan surga, atau uang dan neraka, pilih yg mana? Bertanggung jwb dlm pengelolaan keuangan yg Tuhan percayakan pd kita akan membuat kita memiliki ‘uang dan surga’.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.