DI 01032022
Lukas 5:27-29
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Merayakan saat mau mengikut Yesus mgkin adalah suatu keanehan, Lewi atau Matius, dia baru saja menerima panggilan utk mengikut Yesus, artinya hrs meninggalkan pekerjaan & keluarganya, namun justru dia mengadakan perjamuan yg besar utk itu.
Betapa berharganya panggilan utk mengikut Yesus bagi Lewi pemungut cukai ini, padahal itu akan membuat hidupnya berubah, terlebih dlm hal keuangan, dia harus berhenti bekerja sbg pemungut cukai, artinya akan kehilangan penghasilan tetap yg pasti jumlahnya cukup besar, bgmna dia nanti hidup, tergantung apa yg Yesus dan para murid-Nya miliki: uang kas rombongan mereka. Hrs siap meninggalkan keluarganya krna pastinya Yesus akan tidak berada di satu tempat saja, berkeliling desa & kota, blm lagi hrs mengalami tekanan dr para ahli Taurat, org Farisi dan Saduki, dan pihak lain yg merasa terganggu dg kehadiran Yesus saat itu yg mengalihkan kekaguman banyak org kepada apa yg Yesus ajarkan dan lakukan bagi org bnyk. Masuk dlm situasi yg menurut penilaian manusia justru spt ‘turun level’ bagi hidupnya, tp Lewi justru merayakan panggilan itu dgn mengajak teman-teman kerjanya utk makan bersama. Lewi menilai bhw panggilan utk mengikut Yesus adalah sesuatu yg amat berharga bagi dirinya.
Apakah kita juga ‘merayakan’ moment ketika kita mulai menjalani hidup sbg orang Kristen? Bukan berarti ikut merayakan spt cara Lewi si pemungut cukai ini mengadakan perjamuan makan, tp merayakannya dgn bersyukur bhw kita termasuk dlm bilangan org yg Tuhan pilih utk menjd pengikut Kristus, sbg org Kristen. Dengan hidup taat pd Firman Tuhan, setia & tetap ikut Tuhan Yesus dlm keadaan apapun juga. Masihkah kita bersemangat menjalani hidup sbg org Kristen di tengah situasi yang tidak menentu spt skrg ini? Sementara kita jg melihat bbrpa org Kristen akhirnya memilih meninggalkan Tuhan krna berbagai alasan yg mrka miliki, apa reaksi kita? Apakah jika kita dikecewakan oleh Tuhan, kita tetap tunduk pd otoritas dan kedaulatan Tuhan? Tentu ada yg manis dan jg yg pahit kita jalani dlm hidup ini, ada saat kita begitu berjaya, beriman teguh & merasa sangat dikasihi Tuhan, tp ada masa di mana kita lemah, tak berdaya dan kalah dr situasi yg kita hadapi, tetapkah mau setia utk mengikut Yesus?
Menjd Kristen kadang terasa spt beban berat, itu memang pasti pernah dirasakan bnyk org, tapi tetaplah setia sampai akhir, setia sampai mati, setia mengikut Yesus.