Nasehat Dan Didikan

DI 27042022

Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Menjadi bijaksana adalah sebuah proses, bkn sesuatu yg kita terima begitu saja dari Tuhan, jadi butuh waktu dan usaha yg kuat untuk bs menjd seorg yg bijaksana.

Faktor dlm diri kita yg menentukan proses ini akan berhasil ialah ‘mendengar’ & ‘menerima’. Kita mau dgn sengaja mendengarkan apa yg org lain katakan karena kita menilai bhw apa yg akan kita dengar itu sesuatu yg penting & akan berpengaruh pd hidup kita. Misalnya di saat kita menghadiri sebuah seminar, apa yg pembicara itu katakan akan kita simak dgn baik, kita ikut seminar, bayar pendaftarannya, itu karena kita menilai topik seminar yg kita ikuti itu akan membawa pengaruh positif utk kita, sekedar menambah pengetahuan, atau krna ada kaitannya dgn sesuatu yang sedang kita jalankan, bisnis atau sesuatu yg lainnya. Mau mendengarkan artinya kita rendah hati mau membuka pikiran kita diisi dg perkataan org lain, dlm ayat ini konteksnya mendengar nasehat, sesuatu yg berharga dan jg berguna utk membuat kita lebih maju, terhindar dr apa yg buruk dan jahat, serta menghindarkan kita dr berbuat apa yg salah spya jgn menyesal di masa depan. Pilihan tetap di tangan kita, mau utk mendengarkan atau malah mengabaikan.

Nasehat biasanya diberikan oleh org-org yg punya pengetahuan serta pengalaman, hasil dr kombinasi keduanya adalah nasehat yg bs diterima akal sehat dan meminimalisir efek negatifnya jika hal itu dilakukan. Nasehat jg diberikan oleh mrka yg mendidik kita: orgtua, guru, mentor, pemimpin, dsbnya. Tapi pilihan ada di tangan kita: apakah kita bersedia utk dididik atau tdk. Memiliki org-org yang punya kapasitas utk mendidik ialah keberuntungan yg jarang bnyk org miliki, karena bukan cuma kita punya kerelaan utk menerima didikan, tp apakah org itu mau utk mendidik kita. Istilah umumnya dikenal dgn ‘berjodoh’ satu sama lain. Org yg merasa dirinya sdh hebat, dalam pikirannya dia tidak butuh untuk dididik oleh siapapun jg, bahkan dia merasa pantas untuk mendidik org lain. Kesombongan adalah awal dr kehancuran, kerendahan hati mendahului kehormatan. Baik mendengar nasehat dan jg menerima didikan, keduanya butuh sikap hati yg mau merendah di hadapan Tuhan dan juga di hadapan manusia.

Menjadi bijak itu penting bagi hidup kita, tapi kita jg perlu utk memiliki kerendahan hati, tdk sombong atau meremehkan org lain, karena ada hal yg kita lebih mampu, tapi ada juga hal yg org lain punya kemampuan lebih drpd kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.