Mengapa 3 Hamba?

DI 30072026

Matius 25:14
“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.

Mengapa perumpamaan ttg talenta, dipakai 3 org hamba? Karena ini perumpamaan ttg kerajaan sorga, mungkinkah ini gambaran ttg org-org yg akan masuk surga?

Pendekatan pikiran saya ini pastinya tidak sempurna, paling tdk, saya bagikan apa yg saya pahami ttg perumpamaan ini. 3 hamba dipanggil menghadap dan dipercayakan yg disebut ‘harta’ berupa talenta. Kita tdk akan mencarikan harta atau talenta sbg potensi & bakat spt arti talenta pd masa kini. Harta berupa talenta tetap kita artikan sbg harta dlm arti kekayaan yg dimiliki. Hamba yang dipercayakan 5 talenta saya maknai orang yg dianugerahkan kekayaan yg jumlahnya lebih besar dan banyak. Mgkin zaman skrg tergolong konglomerat. Hamba yg diberi 2 talenta menggambarkan org yg dipercayai harta yg tdk banyak, tp jg tdk sedikit. Mgkin bs kita gambarkan org yg sering berkata ini: pas ada kebutuhan, uangnya cukup. Hamba yg ketiga diberi 1 talenta, ini gambaran org yg tdk kaya, kemampuan mengelola harta masih rendah, diberi kesempatan utk bisa jadi org yg lebih punya banyak harta. Dalam perumpamaan ini jg disebut sesuai dengan kesanggupannya (Matius 25:15).

Jadi apakah ada kaitannya antara harta dgn surga? Agaknya demikian, ukuran yg Tuhan pakai utk menentukan kesetiaan seseorang adalah dlm hal mengelola hartanya. 2 label yg diberikan Tuhan pd 2 hamba yg berhasil memberi keuntungan pd tuannya itu adalah org yg baik dan setia (Matius 25:21,23). Ini punya makna bhw keberhasilan mengelola harta yg Tuhan percayakan, bkn sekedar jd lebih banyak, tp apakah harta yg kita kelola ini memberi keuntungan pd Tuhan? Artinya apakah kita memuliakan Tuhan dgn harta kita? Atau justru kita terlena dgn harta yang berlimpah dan menghabiskannya utk nafsu duniawi kita? Hamba yg diberi 1 talenta ini mengingatkan kita agar jgn salah dalam hal mengelola harta, jgn ‘dipendam’ dlm tanah, kalo blm sanggup atau kurang terampil dlm mengelola harta, belajar dr org lain atau bs diinvestasikan di bidang yg tepat sehingga bs menghasilkan keuntungan.

Upah pengelolaan harta yg baik adalah kita ikut dlm kebahagiaan Tuhan: tinggal kekal di dlm surga, tp bila gagal, kita hanya akan tinggal di luar surga.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.