Masih Mau Percaya?

DI 03052022

Matius 9:18
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

Sudah mati, mau diapakan lagi? Ini pikiran yg sangat wajar krna semua orang memahami kematian sbg akhir dr kehidupannya di dunia ini, utk dihidupkan kembalipun itu butuh satu mujizat yg besar.

Lalu knpa kepala rumah ibadat ini tetap mau beriman jika Yesus mau datang dan berdoa untuk anaknya, maka anaknya akan hidup? Ini bs dijelaskan scra logika: mungkin dia pernah mendengar ttg Yesus membangkitkan org yg sudah mati, dan Yesus scra fisik saat itu ada dlm rupa seorg manusia, selama ada di satu tempat, masih bs dicari. Anaknya sudah mati, tapi dia belum mau menerima kenyataan itu, dan spt ayat yg kita baca, dia meminta Yesus datang dan meletakkan tangan di atas tubuh anak perempuannya. Satu hal yg bisa jd satu pelajaran bagi kita: sekalipun kondisi yg sdg kita alami sudah sangat parah, terlambat, dan scra manusia itu dikatakan sdh ‘final’, namun masih maukah kita tetap percaya pada kuasa Tuhan? Org lain mgkin sudah pasrah, bahkan ada yg menyerah pd keadaan, kehilangan apa yg dia yakini ttg Tuhan, bahkan iman mereka jg sudah ‘lumpuh’, apakah kita masih bisa utk percaya akan kuasa Tuhan? Tentu ada sebab mengapa si kepala rumah ibadat ini meminta Yesus utk datang dan membangkitkan anak perempuannya yg sudah mati.

Kita berani meminta sesuatu dan yakin yang kita minta itu akan dikabulkan, tentu saja ada alasannya, pertama, krna kita yakin yang kita minta itu hal yg baik dan bisa dilakukan, yang kedua, ada keyakinan besar orang itu mau utk mengabulkan permintaan kita, apakah karena dia itu teman dekat, atau krna dia orang yang murah hati dan baik. Hal yg kedua ini sering kali tdk dimiliki seseorg ketika memohon pd Tuhan utk sesuatu yg dia inginkan. Relasi yg baik tentu saja memudahkan kita dlm banyak hal, bs mempermudah dan jg membuat kita yakin bhw org itu akan memperhatikan yang kita minta utk dia lakukan. Org yg beriman itu kelihatannya spt ‘sok akrab’ dgn Tuhan, bisa berkata dengan yakin bhw Tuhan ‘pasti’ akan memberikan apa yg dia minta. Tapi kita hrs melihatnya dr sisi yg berbeda, iman yg hidup dan bertumbuh di atas hubungan yg baik dgn Tuhan tentu saja harus kita hargai, justru itu satu hal yg bs kita teladani yaitu berusaha dg penuh gairah utk memiliki kualitas hubungan yg baik dgn Tuhan.

Mintalah, maka kamu akan diberi, tentu harus kita pahami dgn seutuhnya, jgn asal beriman tp tanpa ada dasarnya, beriman itu beda dgn sok yakin.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.