DI 04052022
Markus 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
Berlibur memang menjd salah satu hal yang menjd kebutuhan sekunder bagi semua org, tentunya bagi mrka yg punya uang, yang tidak punya uang mgkin ‘berlibur’ dgn cara mereka masing-masing.
Ada org yg senang berlibur ke tempat ramai, tp ada jg yg suka kalau berlibur ke tempat yg suasananya tenang, tergantung kebutuhan yg dinginkan masing-masing. Dlm ayat di atas, Yesus dan para murid sengaja ‘berliburan’ dr aktivitas harian mereka, Yesus tahu bhw dlm hal pelayananpun, berlibur itu sangat penting, tujuannya supaya bs menyendiri dan istirahat sejenak. Itu zaman dulu, zaman skrg rasanya sulit benar-benar utk menyendiri, kena harus tetap mengaktifkan ponsel, jadi bs dihibungi kpn saja dan di mana saja. Tdk semua orang berani berlibur dgn benar-benar tanpa ponsel, tp esensinya adalah Tuhanpun ingin kita pny waktu utk berlibur dan istirahat dari aktivitas harian yg menyita pikiran dan tenaga. Walau ada bnyk org yg membutuhkan pelayanan dr mereka, Yesus tetap berkeputusan ‘berlibur’ sementara dgn para murid-Nya, krna untuk bs makan saja, mrka kesulitan krna terlalu bnyk org yg mengikuti mereka, jd bs dibayangkan bgmna ruwetnya situasi saat itu.
Kita jg perlu ‘berlibur’ setiap hari, bukan scra fisik pergi ke suatu tempat yg jauh, tapi perlu utk pergi ke tempat yg ‘sunyi’, di mana hanya ada Tuhan dan kita saja. Ini yg kita kenal dgn ‘kamar doa’, ‘saat teduh’, doa pribadi, ataupun istilah lainnya yg serupa. Selain kita memang perlu utk membangun hubungan dg sesama manusia, kita jg perlu utk membangun suatu hubungan yg berkualitas dg Tuhan. Sengaja utk menyediakan waktu hanya utk berduaan dgn Tuhan saja, ini sangat penting. Jd sangat disarankan bagi yang sdh berkeluarga, selain ada waktu utk mezbah doa atau doa bersama pasangan hidup, tetap punya waktu berdoa pribadi dgn Tuhan. Knpa demikian? Karena dr awal hidup kita, Tuhan punya sesuatu yang sifatnya pribadi antara Dia dgn diri kita seorg. Bukankah urusan masuk surga itu juga tidak rombongan, tp masing-masing pribadi? Jadi jgn dihilangkan punya waktu doa pribadi krna alasan apapun, apalg beralasan krna sudah pny jam mezbah keluarga atau berdoa bersm pasangan hidup. Yesus jg tercatat bbrpa kali berdoa sendirian tanpa bersama dgn semua murid-Nya, krna Dia ingin hanya dgn Bapa.
Hidup memang berat, menguras bnyk tenaga dan pikiran, perlu waktu untuk berlibur secara fisik, dan jg perlu wkt khusus dgn Tuhan saja setiap harinya, jgn abaikan jam doa kita.