DI 06052022
Matius 25:44-45
Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
Berbuat baik itu dalam Kristen bukan pilihan, bukan terserah kita mau atau tdk melakukan, tapi adalah suatu kewajiban, namanya suatu kewajiban, kalau dilanggar berarti ada sanksi yg akan diterima.
Apa yg Yesus katakan dalam pasal ini sangat penting utk kita perhatikan dgn cermat, ingat bhw golongan ‘kambing’ ini ternyata adalah mereka yg rajin berbuat baik, suka memberi makan org lapar, memberi pakaian orang yg telanjang, mengunjungi org-org yg di penjara, membesuk org sakit, memberi tumpangan pd org asing. Tp ternyata ada satu hal yg menjd keberatan di mata Tuhan, ternyata mrka telah mengabaikan org-org yg ‘hina’. Lho, bukankah yg jd target mereka jg org-org yg hina jg? Knp justru Tuhan keberatan? Ternyata yang Tuhan maksudkan ialah ‘saudara-Ku yg paling hina’. Jd kita perhatikan 2 kata ini: saudara-Ku dan paling hina’. Siapa yg dimaksud ‘saudara-Ku’ oleh Yesus ini? Kita perhatikan ayat ini:
Lukas 8:21
Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
Jadi yg dimaksud Yesus dg ‘saudara-Ku’ ialah mrka yg menjd pelaku firman. Tp koq pelaku firman hidupnya justru dalam keadaan hina? Bukankah hrsnya pelaku firman itu diberkati dan hidup layak? Knpa justru kelaparan, sakit, telanjang, ada dlm penjara, dsbnya? Biasanya kita berpikir bhw pasti mrka alami itu semua krna dosa yg mrka lakukan, dosa merekalah yg membuat mrka tdk diberkati Tuhan. Nanti dulu, itu teori yg tdk salah, tp pd realita hidup ini, tdk selalu seseorg dlm keadaan mulia, tdk kelaparan, tdk kurang pakaian, sehat, dsbnya. Ada yg spt ‘org asing’, mrka yg tdk punya hal yg baik dlm hidupnya. Kalau teori itu yg kita pegang maka semua org kaya itu bs dibilang sbg pelaku firman, sementara org miskin itu org-org yg bukan pelaku firman, awas sesat! Kaya atau miskin bukanlah ukuran seseorg itu pelaku firman atau bukan. Kesalahan yang dilakukan golongan ‘kambing’ adalah mereka memperhatikan org-org yg ‘jauh’ sementara saudara seiman mrka sendiri justru diabaikan bahkan dihakimi krna keadaan mrka yg hina itu. Beda dg golongan ‘domba’ yg bukan saja berbuat baik pd mrka yg ‘jauh’, tp juga mereka peduli dg kebutuhan saudara seiman, pelaku firman Tuhan yg adalah ‘saudara-Ku’ itu.
Mau menghakimi atau jadi berkat? Ini baru 1 pilihan, to adalah kewajiban utk memberikan apa yg saudara seiman kita butuhkan di saat mereka sdg dlm keadaan ‘hina’, apalg kalau mrka adalah pelaku firman Tuhan.