DI 21052022
Ulangan 28:2
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: .
Apa yg kita pikirkan ttg bgmna berkat dr Tuhan itu bisa kita terima? Apakah spt diberikan dari tangan ke tangan spt kita memberikan hadiah pd seseorg? Atau ada gambaran lainnya dalam pikiran kita?
Dlm ayat ini, Tuhan berjanji akan mendatangkan berkat-Nya pd kita jika kita mendengar, taat dan melakukan perintah-perintah Tuhan. Kalau bisa saya gambarkan, kedatangan berkat Tuhan itu spt datangnya paket pesanan yg kita pesan via aplikasi belanja yg ada di HP kita. Tentu kita hrs abaikan cara pembayarannya, apakah COD atau bayar di aplikasi terlebih dahulu, yg kita ambil dr hal ini ttg perjalanan paketnya. Barangnya ada & tersedia, shga kita bisamemesannya. Kita yakin dan percaya bhw janji Tuhan ya dan amin, kalau Dia berjanji mendatangkan berkat, berarti pasti berkat itu sudah ada dan tersedia bagi mereka yg memerlukannya. Tapi tentu karena ini adalah sebuah perjanjian, maka ada syarat yg hrs kita penuhi utk bs menerima berkat Tuhan yang Dia sudah sediakan. Pesan barang hrs bayar, ingin dapat berkat Tuhan yg Dia janjikan, perlu untuk membayar ‘harganya’, karena berkat ini terikat dlm suatu perjanjian antara Tuhan dg umat-Nya. Bukan spt sesuatu yg dianugerahkan Tuhan dgn cuma-cuma, yg tdk perlu memenuhi syarat dan ketentuan apapun, sepenuhnya berdasarkan pd kehendak Tuhan saja. Jadi berkat itu beda dgn anugerah walaupun wujudnya mungkin saja bs sama. Kita bs punya jam tangan karena kita beli atau bs dihadiahkan oleh seseorg.
Utk berkat Tuhan itu sampai di ‘tangan’ kita, ada ‘perjalanan’ yang hrs kita tunggu, spt datangnya paket yg kita pesan, ada yg 2-3 jam, ada yg 2-3 hari, dsbnya. Pasti Tuhan tdk pernah terlambat, berkat-Nya pasti datang tepat waktu, ini alasan mengapa kita tdk perlu meragukan ketepatan waktu Tuhan dlm mendatangkan berkat-Nya pd kita. Yg jd masalah dlm pengiriman paket ialah alamat yg tidak jelas, sehingga bs saja paket ini akhirnya tdk sampai ke tangan pembeli. Itulah sebabnya Tuhan memerlukan komitmen dr kita dlm hal melakukan perintah-Nya, kalau hari ini taat, tp besok tdk, kedatangan berkat Tuhan itu bisa saja dibatalkan. Tadinya Tuhan mau ‘kirim’ berkat-Nya, tp karena kita tdk komitmen taat pd Tuhan, berkat itu jadi lepas dr tangan kita. Kalau kita ajukan komplain, kesalahan ada pada pihak kita sndri. Apalagi kalau ternyata ‘pindah rumah’ alias murtad, ‘paket berkat’ Tuhan tdk pernah bs utk kita terima. Kesetiaan melahirkan komitmen dan komitmen inilah yg Tuhan butuhkan dr kita supaya janji berkat-Nya itu menjadi nyata dalam hidup kita. Hrs punya ‘telepon doa’ yg bs Tuhan ‘hubungi’, ketika ‘paket berkat-Nya’ tiba, karena itulah dinasehatkan utk kita selalu berdoa dgn tekun.
Apakah kita sedang menunggu kedatangan dari ‘paket berkat’ dr Tuhan? Pastikan diri kita punya komitmen dan kesetiaan, jam doa yg teratur dan terus menerus, jaga komunikasi kita dgn Tuhan tetap dlm keadaan baik.