Kenapa Lama Baru Datang?

DI 02062022

Markus 6:46-48
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

9 jam lebih para murid Yesus dibiarkan ada di atas kapal, bahkan hrs menghadapi angin sakal hingga jam 3 pagi, barulah Yesus muncul, knpa terlalu lama baru datang?

Apakah Yesus berdoa selama 9 jam lebih? Yang pastinya Yesus tahu akan ada angin sakal yang nantinya para murid akan kewalahan mengatasi angin itu, tdk tercatat brpa lama mrka berusaha untuk mengatasi akibat dr angin sakal terhadap kapal yg mereka tumpangi, pastinya sudah tidak sanggup bertahan lebih lama lagi seandainya di saat itu Yesus tdk segera datang menghentikan angin itu. 9 jam lebih tanpa Yesus, hrs berusaha sendiri mengatasi angin sakal, ini gambaran ttg situasi yg pernah atau sedang kita hadapi, knpa Tuhan tdk ‘datang’ menemui kita utk menolong kita keluar dari situasi yg buruk, kita sdh sangat kepayahan dan mungkin sebentar lg akan ‘mati’, di tengah bnyk tanda tanya dan keputus asaan, kita sudah kehilangan akal sehat, ketika Tuhan ‘datang’, kita mengira justru ‘hantu’ yang datang, mengira bhw ada masalah baru yg muncul dan menambah masalah yg sudah menumpuk dan menekan. Itulah kondisi di mana kita mulai tidak rasional lagi, padahal Tuhan pasti menggenapi apa yg Dia janjikan. Tetap pertanyaannya ialah knpa Tuhan sengaja memasukkan kita dlm satu situasi yg bermasalah dan hrs menghadapinya tanpa kehadiran Tuhan?

Setiap org punya daya tahan dan kekuatannya masing-masing pada level yg berbeda, kenapa Tuhan biarkan kita sendirian menghadapinya itu krna Dia ingin kita maksimal menggunakan apa yg bs kita lakukan dgn daya tahan dan kekuatan yg kita miliki. Spt para murid, saat Yesus datang, mrka belum ada yg tenggelam, kapal masih dlm kondisi yg layak ditumpangi, hanya saja kondisi fisik mereka sudah sangat lelah, Tuhan biarkan kita berjuang supaya kita bisa memaksimalkan potensi dlm diri kita. Sebagian dari para murid dulu adalah nelayan yg terbiasa dgn kondisi di tengah laut, dgn pengalaman yg mereka miliki, terbukti masih sanggup untuk bertahan sypaya tidak sampai tenggelam. Sampai di batas akhir kemampuan kita, barulah Tuhan ‘datang’ untuk menolong kita. Waktu yg tepat hanya Tuhanlah yg tahu kapan saatnya, tapi kita seringkali punya pemikiran yg berbeda, kita inginnya Tuhan cepat datang utk menolong, krna kita terlalu yakin bhw kita ini sangat disayang oleh Tuhan, sehingga ini membuat kita menjd terlalu ‘manja’ dan tdk mau bertumbuh dewasa dlm iman dan kasih, justru inilah yg sering membuat kita ‘jatuh’ dan merasa kehilangan Tuhan dlm hidup kita.

Jgn merasa terlalu disayang Tuhan sehingga pd akhirnya kita merasa terlalu diutamakan Tuhan dlm segala hal dan situasi, belajar untuk menjd dewasa di hadapan Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.