DI 03062022
Markus 4:33-34
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
Bs memahami apa yg kita bc dr Alkitab adalah satu hal yg mengasikkan, sesuatu yg bs sangat berharga bagi sebagian org, tapi bagi sebagian yg lain itu adalah hal yg sulit dan tidak menarik krna menurut mereka utk memahami isi Alkitab adalah urusan para hamba Tuhan dan pelayan saja.
Kita bs mengerti karena Tuhan yg memberikan pengertian itu pd kita lewat beragam cara, bisa melalui sebuah pencerahan, lewat khotbah, atau sharing yg kita dengar. Saya pribadi justru lebih bnyk mendapat pengertian saat membuat suatu renungan spt ini, jd sambil menulis, pengertian itu datang dr Tuhan. Yang menentukan ini bukan pengetahuan teologis kita, bkn seberapa lama kita mencoba merenungkannya, tapi ditentukan oleh kualitas hubungan kita dg Tuhan. Dlm ayat yg kita baca, khusus utk para murid-Nya, Yesus memberikan penjelasan dr perumpamaan yang Dia sampaikan pd bnyk org, artinya ada org yg bs memahami, ada jg yg masih bingung. Dalam bbrpa perumpamaanpun, para murid jg sempat sulit utk mengerti sehingga meminta Yesus utk menjelaskan maknanya pd mereka. Ini penting supaya jangan salah menafsirkan apa yg Tuhan ajarkan pada mereka. Menafsirkan secara jalan pikiran manusia kita, bida justru mendapatkan pengertian yg menyesatkan, beda dgn apa yang Tuhan ingin kita memahaminya. Jgn mencoba utk membenarkan pikiran kita dgn mencari ayat pendukung dlm Alkitab, sebaliknya, ayat Alkitab yg hrs memperbaharui pikiran kita.
Tdk selalu kita bisa memahami makna dari ayat yg kita baca dlm waktu yg singkat, ada juga yg butuh waktu berminggu-minggu bahkan lebih dr itu utk bs memahaminya. Yg penting adalah kita jgn melupakan ayat yang belum kita bs pahami, tetap mencoba untuk terus merenungkan, karna Tuhan ‘tertarik’ dgn org yg mau berusaha keras utk memahami ayat firman Tuhan. Dlm Alkitab kita melihat bbrpa tokoh yg ‘haus’ utk mencoba memahami firman Tuhan, ada Daud yg menulis bbrpa mazmur ttg dirinya yg merenungkan, ada Daniel yg mengambil waktu khusus puasa untuk mendapatkan pengertian dr Tuhan, Nikodemus, seorg Farisi dan pemimpin agama Yahudi, scra khusus datang pd Yesus utk menanyakan bbrpa hal, ada sida-sida Ethiopia yang ingin menahami isi kitab Yesaya yg akhirnya Tuhan utus Filipus utk menjelaskan padanya, dan masih banyak yg lainnya. Org yg menjunjung tinggi perkataan yg Tuhan firmankan akan mendapat prioritas yang utama dr Tuhan utk menerima lebih dahulu ttg pengertian yang ingin org itu pahami. Sekali lagi ini bukan utk ‘cocoklogi’ pikiran kita dgn firman Tuhan, sebaliknya firman Tuhanlah yg harusnya mengubah pola pikir kita yg salah sehingga kita punya paradigma yg selaras dgn firman Tuhan.
Tetap semangat utk berusaha memahami isi dr ayat Alkitab yang belum kita pahami, tetap miliki hubungan yg baik dgn Tuhan dan bersemangat utk merenungkan firman Tuhan setiap hari.