DI 08062022
1 Samuel 2:23, 26 (TB)
berkatalah ia kepada mereka: “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.
Hidup selingkungan bahkan serumah dengan 2 anak imam Eli, tak membuat Samuel yg masih muda itu tercemari oleh perbuatan 2 anak imam Eli itu, bahkan Samuel semakin disukai Tuhan & org banyak.
Seringkali org menyalahkan lingkungannya jika suatu saat dia berbuat suatu kesalahan atau yg jahat, menyalahkan iblis yg ‘katanya’ menggoda terlalu hebat, atau jg menyalahkan Tuhan karna tidak menghentikan dia berbuat hal itu, jarang ada org yg berani mengakui bhw yg dia lakukan adalah karna kurang penguasaan diri atau krna sebab lainnya. Padahal Samuel hidup di bawah pengasuhan imam Eli yg kedua anaknya sering kali melakukan perbuatan yg jahat di hadapan Tuhan, tp dia bs tetap menjaga dirinya tidak ikut dgn perbuatan mereka. Memang faktor di mana kita tinggal atau beraktivitas bs mempengaruhi kebiasaan dan kelakuan kita, tapi mau atau tdk utk kita terpengaruh, keputusan akhir ada pada diri kita sndri. Sehebat apapun godaan yang dtg, seburuk apapun lingkungan sekitar kita, kitalah yang menentukan mau bagaimana kita menjaga diri kita sendiri, mau tetap jd org baik atau jahat, itu keputusan kita, bahkan Tuhanpun tidak akan menahan kita berbuat jahat, bukan karena tidak peduli, tp Dia sudah peringatkan lewat firman yg ada dlm Alkitab maupun lewat cara yg lain, apa yg akan Dia balaskan jika kita berbuat yg jahat.
Bagaimana kita bs tdk terpengaruh oleh tempat atau pergaulan di lingkungan sekitar kita yang buruk? Pastinya kita harus punya standart hidup yg jadi pedoman hidup kita. Firman Tuhan yang harus jadi pedomannya, sebab di dalamnya ada daftar hal-hal yg Tuhan suka dan yang tdk Tuhan sukai, ada pengaturan bgmna hidup seimbang antara rohani, jiwani dan jasmani, bgmna harus bersikap dan mengambil keputusan yang tepat, dsbnya. Yg tdk sesuai dgn firman Tuhan, harus kita jauhi dan menjaga diri agar tdk tergoda utk mencobanya, karena sekali mencoba, nanti bisa terus dilakukan, awalnya hati menolak, tp nanti kita mulai mengabaikan suara ku keberatan dari hati nurani kita. 2, 3 dan selanjutnya dimulai dari angka 1, begitu sekali kita mencobanya, bs jadi kita akan ‘keyagihan’ dan malah menganggap hal itu sbg sesuatu yg biasa dan wajar krna org lainpun jg bnyk yg melakukannya. Kembali yang harus kita ingat adalah keputusan terakhir untuk langkah hidup kita ada di diri kita sendiri, ingat akan ada akibat, resiko dan balasan dari setiap perbuatan yg kita lakukan, apakah itu perbuatan yg baik atau yg jahat, akan ada penghakiman yg menunggu kita dr Tuhan.
Jagalah hati dgn segala kewaspadaan, tapi juga harus disertai dgn menjaga pikiran & dorongan dr kedagingan manusia kita yg selalu mengarah pd perbuatan dosa.