DI 23062022
2 Samuel 11:26-27
Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu.
Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.
Punya kekuasaan dan kemampuan bukan suatu alasan untuk bisa melakukan apa saja demi bs mendapatkan apa yg diinginkan hati, ingatlah bhw mata Tuhan selalu mengawasi kita.
Seorg raja spt Daud tentu punya bnyk hak yang istimewa dlm segala hal berkaitan dgn jabatan dirinya, sudah diatur oleh Tuhan dan peraturan yg ada, tapi tentu saja tidak boleh melanggar yg tertulis dlm Kitab Taurat tentunya. Meniduri istri orang dan merencanakan pembunuhan dengan cara yg sangat keji, siapa yg berani menentang keinginan seorg raja? Itulah sebabnya peristiwa itu akhirnya terjd, dan membuat Tuhan murka & kemudian mengutus nabi Natan untuk menegur dan untungnya Daud mau mengakui kesalahan dan bertobat. Dari kisah ini kita diingatkan untuk berhati-hati dgn kekuasaan dan pengaruh yang kita miliki sesuai dgn profesi dan kedudukan yg kita jalani skrg. Apakah keputusan yg kita pilih itu tidak melanggar kepentingan umum dan hak orang lain? Apakah peraturan yang kita buat itu sesuai tidak dgn prinsip yg ada pd firman Tuhan dan sejalan dgn kehendak Tuhan? Apakah orang lain merasa dirugikan dan tertindas oleh apa yg kita lakukan terhadap mereka? Masih bnyk lagi pertimbangan yg perlu kita perhatikan, ingatlah bahwa suatu saat kita harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan, apakah terima upah atau malah hukuman dr Tuhan.
Seringkali yg luput dr pertimbangan kita adalah kurang peduli dgn cara kita untuk mendapatkan sesuatu dgn kekuasaan yg kita miliki, apalg jika kita adalah pimpinan yg tertinggi di lingkungan itu, siapa yg berani menegur apalg membantah? Org spt Daud, yg sangat religius, cinta Tuhan, yg suka merenungkan Taurat Tuhan, masih saja bs jatuh dlm keinginan duniawinya, mgkin jika dia seorg rakyat biasa, hal spt itu tidak akan terjadi, tp krna dia punya kekuasaan tertinggi, akhirnya dia berbuat dosa besar yg membuat Tuhan tdk menyukai cara yg Daud lakukan. Ada hak tapi jg ada tanggung jwb yg perlu kita ingat, kita bebas melakukan hak kita tp kita pny tanggung jawab utk tidak merugikan hak org lain dan tetap pny perkenanan Tuhan dlm hidup kita, perhatikan dg baik cara yg kita gunakan utk memperoleh apa yg kita ingin capai, jgn melakukan apa yg jahat di mata Tuhan, nanti tangan Tuhan sendiri akan sangat menekan kita dan membongkar dosa yg kita lakukan ke hadapan masyarakat umum, ini tentu akan sangat memalukan dan tentunya yg bisa terjd adalah kita ‘dihakimi’ dan mendapat sanksi sosial dr bnyk org.
Ingatlah untuk bertindak bijaksana, kalau nafsu sudah mulai menguasai pikiran kita, maka yang akan terjadi adalah kita tdk lg berpikir panjang dan akhirnya melanggar firman Tuhan.