DI 17092022
Kejadian 16:2, 16
Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai.
Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.
Abraham menerima panggilan Tuhan di usia 75 tahun (Kejadian 12:4), diberi janji oleh Tuhan ttg dia akan punya keturunan yang nanti jumlahnya tdk terhitung.
Di usia 86, artinya 11 tahun setelah janji Tuhan yg pertama kali disampaikan ttg keturunannya kelak, lahirlah Ismael, tp bukan dr rahim Sara, tp dr rahim Hagar, budak Sara. Spt ayat yg kita bc, Sara yang merekayasa semuanya dan hasilnya memang Abraham kemudian bs memiliki anak, tapi itu bukan bagian dr janji Tuhan. Sara tidak begitu sabar menunggu janji Tuhan lalu dengan jalan pikirannya sendiri berusaha untuk org-org bs melihat bhw akhirnya Abraham bisa memiliki keturunan seperti yg Tuhan janjikan. Mengambil posisi sebagai Tuhan, Sara sebenarnya lakukan sebuah dosa besar, dia tidak yakin dirinya bisa mengandung dan melahirkan anak utk Abraham dan itu berarti sbnarnya Sara ragu dgn apa yang Tuhan janjikan. Keraguannya itu masih berlanjut hingga nubuatan Tuhan yg terakhir bhw dirinya akan melahirkan anak tahun depan dan reaksi Sara justru tertawa dlm hati (Kejadian 18:9-15). Abraham berumur 100 tahun pd saat Ishak lahir, jadi ada rentang waktu 25 tahun sejak Abraham menerima panggilan Tuhan dan janji Tuhan ttg keturunannya. Secara manusia, bisa dimaklumi jika Sara meragukan janji Tuhan, 24 tahun tidak ada tanda-tanda apapun.
Kadang kita kehilangan kesabaran saat menanti janji Tuhan itu digenapi, mulai merekayasa dan berusaha agar janji Tuhan itu terlihat sdh terjadi dan kita terhindar dr rasa malu. Akibatnya kita bs mengalami kesulitan di masa depan, seperti Ismael dgn Ishak, seandainya Sara bs bersabar menunggu janji Tuhan, mungkin sejarah yg ada tidak seperti yg telah ada. Memang 25 tahun itu lama sekali, dan kenapa hrs terlalu lama? Tuhan kan Mahakuasa, Dia berfirman maka seketika jg bs menjd kenyataan, knpa hrs menunggu? Pasti ada perhitungan Tuhan yg sempurna, kita sulit utk bisa memahaminya. Kita yg sedang menanti janji Tuhan digenapi, jangan meniru apa yg Sara lakukan dgn mengusahakan sendiri yg nantinya berakibat kurang baik ke depannya. Jgn tergoda utk mengambil porsi dan posisi Tuhan, percaya dan tetap sabar menanti janji Tuhan sekalipun org akan mencibir dan mengolok-olok kita, tetap beriman dan percayalah bhw Tuhan sediakan yg terbaik dan sempurna utk kita. Sepakat antara suami dgn istri itu penting, tp bukan sepakat spt Abraham dg Sara yg setuju ttg Hagar, tp sepakat mengimani bhw Tuhan tdk lalai utk menggenapi janji-Nya.
Sudah berapa lama kita bersabar menanti janji Tuhan digenapi? Jgn sampai habis kesabaran, yakinlah bhw waktu Tuhan itu yg terbaik, paling tepat bagi hidup kita.