Sengaja Melarikan Diri

DI 06102022

Yunus 1:1-3
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku.”
Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.

Yunus memilih melarikan diri dr tugas yg Tuhan berikan kepadanya, karena dia tdk setuju kalau Tuhan mengasihani bangsa Niniwe yg memang saat itu memiliki konflik dg bangsa Israel.

Perintah Tuhan yg menguntungkan pihak lawan atau org yg punya konflik dg kita, apakah masih bersedia kita mentaatinya? Ini pilihan yang sulit dan tentu saja secara logika seharusnya Tuhan jgn berfirman ttg hal itu, bukankah Dia harusnya berpihak hanya pada umat-Nya saja? Dlm bnyk kasus dlm sejarah bangsa Israel dlm PL, Tuhan memakai bangsa-bangsa lain sbg alat hukuman bagi bangsa Israel yg seringkali tidak taat dalam hal ibadahnya pd Tuhan, penyembahan berhala menjd satu hal yg berulang-ulang dilakukan dari generasi satu ke generasi berikutnya. Dan kalau keadaan sangat terjepit dan menderita, barulah bangsa Israel sungguh-sungguh mencari Tuhan dan memohon belas kasihan-Nya, melepaskan mereka dr bangsa yg memperbudak, namun ini hanya bersifat sementara, setelah keadaan jadi kembali membaik, bangsa Israel seringkali jadi mulai meninggalkan Tuhan dan menyembah lg berhala-berhala bangsa asing. Setiap kali Tuhan melihat ada peluang suatu bangsa bs bertobat, maka pasti Tuhan membuka kesempatan untuk itu, termasuk utk bangsa Niniwe, yg pd akhirnya mereka kemudian mendengarkan peringatan dr Tuhan melalui nabi Yunus dan bertobat.

Disuruh Tuhan utk melakukan sesuatu pd orang yg tdk kita sukai bahkan yg kita benci, apa yang jadi sikap kita? Apa tujuan Tuhan menyuruh kita utk melakukan sesuatu yg baik terhadap orang yang kita benci? Mari kita lihat ayat berikut ini: Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15). Kebencian hanyalah akan menyeret kita menuju ke neraka! Benci hrs dilawan dgn mengasihi, jd inilah alasannya knpa Tuhan menyuruh mengasihi org yabg kita benci supaya kita nantinya tidak masuk neraka karena hati kita dikuasai oleh si jahat melalui celah rasa benci dan dendam. Kelihatannya memang tidak adil, Tuhan berpihak pd mereka, tapi bukankah memang Tuhan itu mengasihi org berdosa dan menginginkan pertobatan mereka? Kita juga org berdosa, bedanya mungkin kita sudah tahu jalan menuju pertobatan, tp mereka belum tahu. Jika kita ditanya Tuhan: senang lihat org masuk dlm surga atau neraka? Krna itulah kalau Tuhan dgn belas kasih-Nya menginginkan org yg kita benci utk bertobat, bukankah seharusnya kita senang bahkan mendukung niat Tuhan ini?

Pikiran kita kadang sulit memahami pikiran yg Tuhan tunjukkan pada kita, tp percayalah bahwa yg Tuhan kehendaki pasti membawa sesuatu yg mulia bagi kita maupun org lain.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.