Jangan Tutup Hatimu

DI 07102022

1 Yohanes 3:17
Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

Dlm dunia ini, salah satu yang pegang peranan penting dlm hidup manusia adalah harta, punya sedikit atau banyak pasti ada pengaruhnya pada keberlangsungan hidup org yg memilikinya.

Sedangkan dlm hal rohaniah kita, yg memegang peranan penting dlm hidup kita adalah Tuhan yg berkuasa penuh atas hidup kita, yang kasih-Nya bs menetap dlm diri kita. Dari ayat yg kita baca ini, ternyata kasih Tuhan itu memerlukan suatu hal yg membuat kasih Tuhan itu bs terus tinggal dlm diri kita yaitu belas kasihan pd org yg suatu saat kita ketahui sedang dlm keadaan yg kurang baik, katakanlah kekurangan dlm hal keuangan atau sedang dlm kebutuhan akan sesuatu yang wujudnya tdk selalu dlm hal uang, tapi sesuatu yg hanya bisa kita saja yg melakukannya. Seorg dokter ahli bedah yg sengaja mengambil waktu utk cuti dan berlibur, ketika tiba-tiba mendapat telepon dr RS, ada pasien yg sangat genting dan perlu segera dioperasi, apakah si dokter ini akan menolong si pasien atau tetap menikmati waktu liburannya? Kadang kita tdk tahu kekurangan & kebutuhan seseorg mgkin berkaitan dgn nyawa dan keberlangsungan hidupnya. Kisah Elia yang datang ke janda di Sarfat menjd contoh bahwa kedatangan Elia itu tepat pd waktunya karena si janda ini tdk punya lagi bahan makanan yg bisa dimakan lagi utk esok harinya, mgkin akan mati keesokan harinya (1 Raja-Raja 17).

Menutup berarti tdk membiarkan masuk, tidak mengizinkan masuk, menutup hati berarti tidak mau kekurangan dan kebutuhan org lain menjd sesuatu yg menyentuh hati kita, bukankah tiap org punya kebutuhan masing-masing? Janda di Sarfat walau dirinya sendiri dlm keadaan susah, tapi tetap mau berbagi makanan dgn nabi Elia, hasilnya adalah dia mengalami mujizat Tuhan & bebas dr masalah kekurangannya. Tdk menutup hati tapi malah menunjukkan belas kasihan, itu adalah tanda bhw kasih Tuhan itu ‘hidup’ dalam diri seseorg. Kadang terjd konflik antara pikiran logika dgn suara hati nurani, hitung menghitung bgmna kalau melakukan itu, nanti kita bs begini atau begitu, mana yg akan kita ikuti? Pilihan yg kita pilih akan membawa dampak bagi kita dan org lain, dan itu juga menjd penilaian tersendiri bagi Tuhan utk kita. Keadaan org lain bs menjd sebuah ujian bagi kita, karena itu bertindaklah dgn bijak dan utamakan utk melakukan firman Tuhan di atas realistis pikiran dan logika kita. Ini sesuatu yg tdk mudah, karena berkaitan dg hati dan penilaian terhadap kita di hadapan Tuhan. Kadang ujian datang bukan saja di saat kita dlm kondisi berkelimpahan, tp bs jg saat kita ada di dlm situasi sulit spt yg dialami oleh janda dalam kisah di atas, ujian Tuhan justru menjd solusi yg menyelesaikan masalah yg sdg terjd.

Jgn menutup hati terhadap kondisi org lain, itu hanya membuat kasih Tuhan tdk lagi menetap di dlm diri kita, tunjukkanlah belas kasihan dan lakukan sesuatu dgn apa yg kita punya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.