DI 20102022
Matius 16:1
Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka.
Yesus dimintai membuat sesuatu yg menandai bhw Dia seorg nabi, karena orang Farisi dan jg org Saduki meragukan dari mana asal sumber kuasa utk melakukan mujizat dan mengusir roh jahat yg selama ini Yesus praktekkan.
Wajar kalau org lain meragukan diri kita karena kita tampil ‘berbeda’ dgn mereka, misalnya saat kita bicara ttg hrs bicara jujur dalam berbisnis, mereka akan lihat benarkah kalau berkata jujur itu akan berakibat baik pada diri mereka? Kalau keadaan kita memang ada ‘di atas’ mereka, bisa saja mereka mau percaya, tp bgmna jika justru keadaan kita ada ‘di bawah’ mereka? Misalkan jg saat kita berbicara dgn org yg lebih tua, yang mengklaim diri mereka sudah bnyk pengalaman dan membuktikan bhw sesuatu yg ideal itu tdk selalu bs dilakukan 100%? Apalagi kalau apa yg kita sharingkan itu dipertanyakan oleh org yang punya gelar di bidang teologia, padahal yg kita sharingkan itu sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Perlukah kita utk membuktikan siapa diri kita yg sebenarnya? Dlm kisah di atas, saya tahu pasti mudah bagi Yesus utk melakukan sebuah tanda dr sorga, tp sekali lagi, seperti pd saat Dia dicobai oleh iblis di padang gurun sblum mulai masuk dlm pelayanan-Nya, Yesus menolak utk melakukan apa yg disuruhkan kepada-Nya, krna Dia tdk membutuhkan pengakuan dr siapapun bhw Dia adalah Tuhan, apa yg Dia kerjakan sdh cukup utk membuktikan siapa diri-Nya.
Di zaman ini, bnyk org berlomba-lomba mencari pengakuan dr manusia, tanda seseorg populer adalah brpa bnyk fans, followers dan subcribers dr medsos yg dimilikinya. Krna takut kehilangan kepopulerannya, tanpa sadar hidupnya diatur & harus mengikuti kemauan netizen, kalau netizen bilang dia cocoknya begini, kalau dia tidak ingin mengikuti kemauan mereka, yg tadinya fans, bs berubah menjd ‘haters’, akibatnya akun medsos bs diadukan dan hrs lenyap, dan karier bs hilang dlm sekejap. Ingin populer tapi ujungnya hidup diatur oleh org lain. Tentu saja Yesus tidak ingin diri-Nya diatur-atur oleh pihak manapun, Dia tdk perlu mendpt pengakuan dr kalangan apapun di masa itu, karena visi-Nya bukanlah utk terkenal dan disukai semua org, tp Dia melayani hingga mati disalibkan demi dosa-dosa manusia. Kalau kita punya kualitas dan integritas, jadi terkenal itu adalah dampak, bukan tujuan, yg terpenting adalah tetap punya kemurnian hati dan motivasi yg benar di hadapan Tuhan. Kisah raja Saul yg takut kehilangan dukungan rakyat sehingga dia memilih utk melanggar firman Tuhan, ini menjd contoh bhw kepopuleran bukanlah sesuatu yang selalu bertahan lama, dan kadang akhirnya kita mengalami keterpurukan.
Anda ditantang utk membuktikan diri demi bisa mendpt pengakuan dr bnyk org? Itu bisa menjd sebuah jebakan yg akhirnya menjebak kita utk selalu mengikuti tuntutan dan keinginan orang lain demi tetap mendpt dukungan dr mereka, suatu saat kita pasti lelah.