Beriman Yang Benar

21102022

Daniel 3:17-18
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Kita selalu diajari bhw beriman itu harus berkata yg positif, tdk boleh mengatakan yg negatif, tapi pernyataan iman dari 3 org yg sudah pasti akan mengalami hukuman mati ini justru berbeda.

“Tetapi seandainya tidak (dilepaskan) …” Lho, ini kan perkataan negatif atau putus asa, beriman atau tdk sih sebenarnya 3 org ini? Jangan terlalu cepat menghakimi, justru mereka sedang dalam keadaan beriman yg benar, Tuhan pasti sanggup menolong, tp apakah Dia mau atau tdk, itu tidak bisa dipaksakan oleh siapapun, bahkan oleh org yg ngakunya beriman, berpuasa dan suka klaim mengklaim ayat firman Tuhan. Berbahaya kalau kita beriman bhw Tuhan pasti ‘selalu’ menolong kita dlm setiap situasi. Apa ini pemikiran sesat? Coba renungkan ini: bukankah justru keliru jika kita terlalu yakin bhw Tuhan selalu akan setuju utk menolong kita? Artinya Tuhan bs kita atur & ini justru bertentangan dgn prinsip beriman yg seharusnya. Kalau Tuhan tdk menolong saat ini, pasti ada alasan-Nya, spt dlm kisah 3 org teman Daniel ini, mereka tetap dimasukkan dlm dapur api yg dipanaskan 7x lipat, tp di sinilah mujizat dan kuasa Tuhan dinyatakan, mereka selamat & akhirnya raja Nebukadnezar mengakui jg bahwa Tuhannya orang Israel itu memang dahsyat dan tdk sama dgn tuhan yang lain, bahkan membuat satu peraturan larangan menghina nama Tuhan.

Beriman bukan berarti boleh mengatur Tuhan, tp justru mempersilahkan Tuhan bertindak sesuai dgn cara dan waktu-Nya. Kelihatannya 3 teman Daniel ini sptnya putus asa, ada di istana raja yg tak ada satupun org yg berani melanggar semua yg diperintahkannya, 99,99% pasti mati, kecuali Tuhan sndri yg menolong. Di sinilah kita belajar bhw beriman itu sampai pd level ‘tdk takut mati’ dan kehilangan semuanya. Daud tdk takut untuk kehilangan tahtanya sekalipun anaknya sendiri yg memberontak, karena Daud sadar bhw Tuhan yg memberikan dia tahta itu, kalau Tuhan ingin memberikan tahta itu pd org lain, Daud siap utk menerima hal itu dan tdk melawan. Pd akhirnya kita tahu, Daud tetap duduk di atas tahtanya itu hingga saatnya dia meninggal. Dlm beriman ada unsur berserah pd Tuhan, pasrah pd kehendak Tuhan, bukan pasrah pd keadaan. Kita bedakan antara perkataan iman yg lahir dr berserah pada Tuhan dg perkataan yg lahir dr keputus asaan, walaupun kelihatannya mirip, tapi itu dibuktikan dgn bertindak atau tidaknya Tuhan berdasarkan kehendak-Nya sendiri. Jgn merasa bs mengatur Tuhan utk selalu mengikuti apa yg kita mau, itu bkn iman pd Tuhan.

Beriman bkn berarti boleh mendesak Tuhan, ada saatnya Tuhan mengizinkan kita tawar menawar spt dlm kisah Tuhan dgn Abraham saat hendak menghukum Sodom dan Gomora, tapi ingatlah bhw hormati keputusan Tuhan utk hidup kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.