Ditinggalkan Manusia

DI 30112022

Mazmur 27:10
Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

Orgtua adalah org terdekat dlm hidup kita, org yg seharusnya paling menyayangi kita, namun yg namanya manusia, selalu ada penyimpangan yg terjd, bs saja kita dapati orgtua yg justru tdk peduli dgn nasib anak-anaknya.

Berita ttg bayi yg dibuang orgtuanya bahkan di saat baru saja dilahirkan, bukan menjd suatu hal berita yg mengejutkan lagi. Dulu yg kita dengar adalah orgtua yg meninggalkan anaknya di dpn pintu rumah panti asuhan misalnya, disertai dgn sebuah surat yang meminta pihak panti asuhan utk bersedia merawat anaknya karena alasan yg mgkin masih bs dimaklumi, karena masalah dlm keuangan ekonomi keluarga. Tapi kalau bayi yg baru lahir bahkan dibunuh oleh orgtuanya karna tdk ingin ketahuan aibnya akibat hubungan sex di luar nikah atau perselingkuhan, ini tentu satu hal yg amat biadab dan sulit utk dimaafkan. Apa yg Daud tulis dlm mazmurnya ini, seakan adalah apa yg dia pernah alami sndri dlm hidupnya. Ini krna ada bbrpa penafsir yang berkata bhw Daud kemungkinan adalah anak dr ayahnya dgn bkn dr istri resminya, di zaman itu budak perempuan memang bs digauli dan anaknya menjd milik dr tuan atau nyonyanya spt Ismael yg adalah anak Abraham dr Hagar, hambanya Sara, istrinya. Ini hanya sekedar penafsiran, namun bila Daud dgn sengaja menulis ttg ini, tentu ada alasan kuat di baliknya, mengingat saat Samuel dtg ke rumah, Daud tdk turut dihadirkan bersama saudaranya yg lain.

Kasih seorg ibu yang menurut pepatah manusia digambarkan ‘tak terhingga sepanjang masa’ ini tentu bukanlah kasih yg sempurna, karena dlm diri manusia ada kedagingan yg menyeret untuk cenderung berbuat dosa. Tuhan menyambut itu spt seorg yg lewat di sebuah jalan lalu melihat ada seorg anak bayi yg tergeletak tanpa ada yg merawatnya. Ini bs kita lihat dr perumpamaan Tuhan ttg Yerusalem:

Yehezkiel 16:4-6
Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garam pun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
Tidak seorang pun merasa sayang kepadamu sehingga diperbuatnya hal-hal itu kepadamu dari rasa belas kasihan; malahan engkau dibuang ke ladang, oleh karena orang pandang enteng kepadamu pada hari lahirmu.
Maka Aku lalu dari situ dan Kulihat engkau menendang-nendang dengan kakimu sambil berlumuran darah dan Aku berkata kepadamu dalam keadaan berlumuran darah itu: Engkau harus hidup

Orgtua kita mgkin bs mengecewakan kita, bisa melukai hati kita, namun saat Tuhan mengasihi kita dgn kasih-Nya yg sempurna, semua derita dan luka yg ada bs disembuhkan dan kita dapat hidup bebas dr kebencian pd orgtua kita. Kasih Tuhan melenyapkan dendam dan amarah, kasih Tuhan melembutkan hati kita utk mengampuni dan hidup bebas dr luka batin.

Manusia bs menolak dan ‘membuang’ kita, tapi Tuhan menyambut kita, Dia mau kita tetap hidup dan menjadi besar sbg org yabg menjadi berkat bagi lingkungan di mana Tuhan menempatkan kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.