DI 01122022
Yehezkiel 18:29
Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
Manusia diberikan otak sehingga bs berpikir dg menggunakan logika utk menelaah semua apa yg telah dan sedang terjd, bahkan bs melakukan prediksi apa yg nantinya mgkin terjd.
Menilai ttg jalan dan tindakan Tuhan, pasti ada yg tdk sejalan dgn pemikiran kita sehingga pada suatu waktu, kita menilai bhw Tuhan ‘tdk tepat’ dlm mengambil keputusan dan bertindak, apalg kalau kita sdh punya sebuah standart berpikir yg sudah kita anggap paling tepat. Kalau sesuai dg yg kita harapkan, maka kita menilai bhw apa yg Tuhan lakukan itu sudah tepat, jadi tolak ukur yg kita gunakan adalah kualitas berpikir kita, bukan bersumber dari kebenaran firman Tuhan. Timbul protes dan kekecewaan sehingga seseorg bisa berpikir utk menyalahkan Tuhan karena apa yg dia harapkan dan anggap benar itu tidak terjadi. Bukankah Tuhan bebas utk melakukan apa yang Dia kehendaki? Sama spt kita yg tdk punya hak utk melarang org lain utk melakukan apa yg org lain kehendaki, maka Tuhan yg sempurna dalam hal berpikir dan menimbang segala sesuatunya tentu tdk sembarangan dlm bertindak. Berbeda dlm menilai sesuatu adalah hal yg wajar, namun menyalahkan Tuhan karena menilai apa yg Dia lakukan itu tdk tepat, tentu ini satu tindakan yg ‘tdk sopan’ karena meragukan kesempurnaan yg Tuhan miliki dan menyamakan pikiran Tuhan dg pemikiran manusia.
Mengakui kedaulatan yang Tuhan miliki adalah satu bukti bhw kita mengakui kesempurnaan yg Tuhan miliki, mengakui kebenaran yg Dia miliki itu sudah tdk ada yang bs melebihinya, artinya kebenaran Tuhan itu paling benar, melebihi jalan pikiran yg dimiliki seluruh manusia. Sehebat dan sesempurna apapun hikmat yg dimiliki manusia, tetap tdk bisa menyamai hikmat Tuhan, belajar utk bs menerima keputusan dan tindakan Tuhan sbg sesuatu yg paling benar dan tepat, itu yang tepat utk kita dan kita hrs bersedia mengoreksi diri kita dan belajar dr hikmat Tuhan. Belajar utk berpikir spt Tuhan berpikir tentu membutuhkan hikmat dr Tuhan, itulah yg menjd kerinduan dari raja Salomo ketika dia mulai menjadi raja Israel dan terbukti ketika dihadapkan dgn kasus yang sangat sulit utk dipecahkan, tp karena hikmat dr Tuhan, maka kasus itu akhirnya terpecahkan & org yg berhak menerima haknya tdk terabaikan dan org yg salah itu terbukti kesalahannya. Jadi jgn terlalu mengandalkan cara berpikir yang kita miliki walaupun tentu kita terlatih berpikir scra sistematis, terbukalah utk menerima hikmat dari Tuhan dan kebenaran-Nya, kita bs utk melewati situasi demi situasi dgn baik.
Tuhan itu sempurna, jalan pikiran-Nya tdk dapat terselami dan diselidiki, tunduk pd kedaulatan Tuhan dan tdk perlu melakukan protes & menjd kecewa karenanya.