DI 02122022
Yehezkiel 18:26-27 ILT3
Ketika orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan ketidakadilan, dan dia mati karena hal-hal itu, ia akan mati dalam ketidakadilan yang telah dia lakukan.
Dan ketika orang jahat berbalik dari kejahatan yang telah dia lakukan, dan dia melakukan keadilan dan kebenaran, dia akan menjaga nyawanya tetap hidup.
Yang terpenting itu bukan kita terlahir sbg siapa, tp nantinya kita mati sbg siapa, karena keadaan terakhir saat kita hiduplah yg menentukan akan ada di mana kita nantinya setelah kematian.
Org baik bs menjd jahat, demikian juga org jahat bs menjd baik, inilah realita yg perlu kita sadari bhw kita hrs dgn benar menjaga hidup kita tetap ada dlm status sbg org benar di hadapan Tuhan hingga akhir hidup kita. Lebih mudah utk kita bs memahami penyebab org jahat berubah menjd baik drpd memahami org baik yang menjd jahat. Org yg tdk kita sangka, kita jadikan teladan, kita jadikan inspirasi, ternyata berubah dan kita tidak percaya pd awalnya, namun ternyata semua itu benar adanya. Koq bisa? Itulah manusia, bukan spt Tuhan yg tdk mungkin berubah menjd jahat. Banyak faktor yg bs menjd penyebab org yang awalnya baik berubah menjd jahat, mungkin itu adalah faktor ekonomi, faktor salah pergaulan, faktor ingin berkuasa dan populer, dan lainnya. Demi itu semua, apapun caranya akan coba utk dilakukan walaupun ‘menabrak’ larangan Tuhan dan kebenaran-Nya, mgkin jg terdesak keadaan yang sangat begitu menekan. Awalnya terpaksa melakukan, tp lama kelamaan menjd terbiasa & ‘kebal’, hati nurani sudah ‘bisu’, yg salah sudah dianggap sesuatu yg normal utk dilakukan, shga berubah menjd sebuah budaya dan gaya hidup.
Ingin mendapatkan sesuatu secara ‘instant’ dan mudah, membuat org menghalalkan cara yang haram, apalg kalau hal itu sudah dianggap sbg sesuatu yg lumrah dilakukan. Tentu kita pernah mendengar ada org yg berkata: kalau mau kaya ya hrs korupsi, mumpung masih menjabat, krna itulah ‘lahan yg basah’ menjadi rebutan bnyk org yang ingin memperkaya dirinya sndri. Dulu kalau melakukan kesalahan masih ‘oknum’ sifatnya, tp skrg justru dilakukan secara ‘berjamaah’, sekali terungkap, sekian bnyk nama ikut terseret. Yang Tuhan larang dibuat menjd halal dilakukan oleh manusia, itulah sebabnya dosa tdk menakutkan lagi bagi sekelompok org, hingga nanti saatnya akan meninggal, barulah ketakutan krna banyak dosa mulai menguasai hati dan pikiran. Ada yg sadar utk bertobat, tp ada yg masa bodoh saja krna punya pemahaman bhw tdk ada surga dan neraka, setelah mati ya selesai. Bertobatlah dari segala dosa kita selagi Tuhan masih beri waktu utk hidup, krna setelah mati nanti, kesempatan untuk bertobat sdh tidak ada lagi, semua sudah final dan tinggal menunggu penghakiman Tuhan yg terakhir, masuk surga atau neraka.
Kalau sampai hari ini kita sudah menjd org yang baik, tetap jaga diri kita, jangan sampai timbul penyesalan saat berada di neraka abadi, jangan keraskan hati, bertobatlah segera!