DI 05122022
Yohanes 6:66
Sejak saat itu, banyak dari antara murid-murid-Nya berpaling dari mengikuti-Nya, dan tidak lagi berjalan bersama-Nya.
Kesalahan sangat fatal adalah menjadikan ayat Alkitab utk membenarkan prinsip yg kita pegang dan kita yakini sbg suatu kebenaran yg kira akui dan kita anut dlm hidup kita.
Itulah yg terjd dari para murid Yesus yg selain dr 12 murid utama, setelah mendengar pengajaran Yesus yg lebih ‘dalam’, akhirnya mrka tidak lagi berminat trs menjd murid Yesus dan pergi untuk meninggalkan Yesus. Apa penyebabnya? Pasti awalnya mereka tertarik dgn pengajaran Yesus dan mujizat serta tanda ajaib yg Yesus perbuat, pengajaran yg lebih ‘dalam’ dibandingkan guru & ahli Taurat yg lainnya, sehingga timbul minat utk menjd murid Yesus, kemanapun Yesus pergi utk mengajar, mrka pasti terus mengikutinya. Ketika suatu saat pengajaran Yesus mulai berlawanan dgn paham yg mrka anut, mulailah timbul bnyk sungut-sungut dan menilai bhw perkataan yang Yesus ajarkan itu sudah terlalu ‘berat’, sehingga tdk lagi sejalan dan tdk mungkin lagi sesuai dgn akal sehat mereka. Org spt ini seumpama hanya pandai utk berenang tapi tdk pandai menyelam, tdk bs berenang terlalu dalam. Apakah kita juga termasuk golongan org yg spt itu? Org yg masuk Kristen karena logika, bkn krna dijamah Tuhan, sangat besar kemungkinannya untuk pindah lagi ke agama yg lain krn menganggap isi kitab suci dan ajarannya lebih sejalan dg prinsip hidupnya, Alkitab dianggap bnyk bertentangan dgn apa yg dia yakini sbg kebenaran versi dirinya sndri.
Kalau mau belajar lebih dlm tentang firman-Nya, hrs tahu konsekuensinya: bersedia utk dikoreksi oleh firman Tuhan yg kita pelajari, bukan dengan sengaja cari-cari ayat utk membenarkan doktrin buatannya sendiri. Contoh: Alkitab melarang utk berlaku curang, tp org itu pny pemahaman yaitu dlm berdagang ya sedikit curang itu normal, tiap pedagang pernah melakukannya sehingga laba yg diperoleh jadinya lebih besar. Lalu dia dengan sengaja mengutip ayat: roh penurut tapi daging lemah, maunya sih mempraktekkan firman, tapi apa daya daging lebih dominan, blm bs lakukan firman Tuhan dalam berdagang. Mau menyusun khotbah, cari ayat yg mendukung penafsirannya sndri, akibatnya yg dikhotbahkan bukan firman Tuhan yg murni, tapi perkataan bombastis untuk memanipulasi jemaat yang mendengar khotbah, apalagi dikasih label ‘saya dapat ini dari Tuhan’ atau ‘saya dengar suara Tuhan’. Kalau sdh pakai label spt itu jemaat yg ‘bodoh rohani’ langsung saja percaya. Ini yg sering terjd dalam soal uang jemaat, kata ‘menabur’ dimanipulasi sedemikian rupa sehingga diartikan sempit dan picik yaitu hanya berkaitan dgn menabur ‘uang’ saja, pdhal ayat yg dipakai bkn menabur uang, tp menabur benih tanaman yg menghasilkan 100x lipat, tapi dimanipulasi utk menekan jemaat utk menabur uang dan dijanjikan akan menuai 100x lipat dari jumlah uang yg ditabur. Astaga!
Kebenaran firman Tuhan bukan utk mendukung pemahaman logika kita, tapi justru mengkoreksi apa yg salah dr yang kita pahami selama ini, jgn sengaja ‘cocokologi’ pemahaman kita yg salah.