DI 06122022
Yohanes 7:5
Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya.
Saudara-saudara Yesus yg lahir dari Yusuf dan Maria, orangtua jasmani Yesus, ternyata tidak percaya bhw Yesus yaitu kakak sulung mereka itu adalah seorg guru dan nabi.
Kalau kita hidup di zaman itu, apakah kita yakin dan percaya bhw Yesus diutus Bapa? Sekalipun sdh banyak tanda dan mujizat yg Yesus lakukan dan pengajaran-Nya melebihi daripada para ahli Taurat, sebagian org di zaman itu punya sebuah pemahaman bhw Mesias adalah seorg yg akan membebaskan mereka dari penjajahan kerajaan Romawi saat itu, bkn seorg yg berjalan keliling mengajar dan melakukan mujizat. Yg diinginkan adalah tokoh politik, tp yg muncul adalah orang yg sangat religius dan ‘sakti’. Tentu kita pernah membaca bhw orang banyak ingin menobatkan Yesus menjd raja atas mereka dgn harapan bisa membawa mereka bebas dr penjajahan: “Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: “Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri (Yohanes 6:14-15). Tapi Yesus tetap setia dalam tugas yg diberikan Bapa kepada-Nya, tdk menjd seorg tokoh politik ataupun raja, tapi melakukan kehendak Bapa saja.
Org yg diberi Tuhan panggilan khusus serta juga diberi kuasa utk melakukan mujizat, seringkali justru mengalami penolakan dr org-org terdekat karena sebelumnya org itu hanyalah org biasa, spt Yesus yg sblumnya hanya sbg tukang kayu yang meneruskan usaha ayah jasmani-Nya yaitu Yusuf. namun suatu saat tiba-tiba terlihat punya kesaktian dan hikmat yg luar biasa. Wajar kalau bnyk org yg meragukan dan tdk percaya, bahkan mgkin memfitnah bhw kuasa yg dimiliki Yesus berasal dr kuasa kegelapan. Bila ada seseorg yg tiba-tiba dipakai Tuhan scra mujizat, pasti akan ada org-org yg berpendapat negatif ttg itu, lebih lagi kalau org itu berbeda denominasi gereja & jg berbeda doktrin, ‘pembunuhan karakter’ mulai dilakukan menggunakan konten-konten medsos yg cepat menyebar tanpa batas halangan waktu dan tempat. Opini dibangun spya menganggap org itu ‘sesat’ dan bekerjasama dg kuasa gelap dgn harapan org itu diberikan peringatan hingga sanksi utk tidak lagi melakukan pelayanan dgn kuasa dan karunia yg dia miliki. Seharusnya kita bersukacita kalau Tuhan memakai seseorg utk melakukan mujizat dlm pemberitaan Injil, bukan malah merasa kemunculan org itu sbg saingan yg akan merebut popularitas kita.
Setiap org sbnarnya Tuhan ingin berikan kuasa, namun sebagian org berpikir bhw org yg punya kuasa itu pasti kuasanya bukan dr Tuhan, pdhal Yesus sndri berkata bahwa kita akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kita (Kisah Para Rasul 1:8).