DI 09122022
2 Timotius 3:1-2
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
Apa yg dikatakan oleh Rasul Paulus ini tentu amat relevan dgn kenyataan yg ada hari-hari ini, apakah ini adalah penglihatan yg dia terima dr Tuhan? Ini mgkin juga pewahyuan yg Tuhan berikan utk bisa menjadi peringatan bagi kita yang hidup di akhir zaman.
Mengapa keadaannya bs separah itu? Jgn berpikir bhw yg dimaksud dlm ayat ini adalah orang atheis yg tidak percaya adanya Tuhan, ternyata faktanya justru lebih mengerikan, bahkan dr kalangan orang yg beragamapun memiliki karakter dan sifat buruk yg membawa mereka dlm perbuatan dosa dan jg kriminal. Berkembangnya medsos memudahkan kita utk menemukan adanya kebobrokan moral yg terjd di kalangan org-org yg terlihat religius bahkan rohaniawan sekalipun tak luput dari semuanya itu. Beragama secara ekstrim malah membuat orang melakukan hal yg mengerikan, spt yang dilakukan oleh para teroris misalnya, belum lagi pemahaman yg membenarkan diri sndri dan kelompoknya lalu memberi label yg negatif dan buruk pd golongan lain yg berbeda paham dengannya. Apa yg menjd penyebab dari semuanya ini? Salah satunya tentu adalah peranan si penyesat yaitu iblis dan seluruh anak buahnya, merekalah yg mengendalikan hati dan pikiran manusia yg memuja mereka serta dgn beraninya menentang Tuhan.
Jgn sampai kita berubah dari org yg hidup dalam Tuhan menjd org yg hidup dlm kebobrokan moral spt yg Rasul Paulus katakan, ingat bhw kita semua tidak ‘kebal’ dr dosa, yg bisa kita lakukan ialah trs menerus melawan godaan dan keinginan daging utk berbuat dosa sepanjang hidup kita. Kita jatuh karena kurang waspada dan berjaga-jaga, kurang bertanggung jawab dlm penggunaan waktu serta salah dlm pergaulan. Hindari dr segala sesuatu yg bisa menarik kita masuk dlm dunia okultisme, dlm nafsu dan cinta uang, semua yg lebih pro dengan kesenangan duniawi dan menjauhkan kita dr yang rohani dan murni. Hati-hati dlm menonton konten yg kelihatannya inspiratif, pdhal mengarahkan kita pd cara hidup yg melayani kedagingan kita. Dulu di media TV misalnya, ucapan umpatan tdk ditemui dan bahkan disensor, tp krna memiliki channel dan podcast sendiri, mau bicara umpatanpun bebas & tdk disensor krna di luar wilayah badan penyiaran, yg dulu tabu dan terkena sensor, skrg bebas dan bisa kita temui di medsos dgn mudah.
Hidup di akhir zaman memang tidak mudah, perlu banyak seleksi dan penyaringan apa saja yg boleh masuk dlm pikiran kita, yg dilarang Tuhan diubah oleh manusia menjd satu hal yg normal dan bukan lagi sebuah dosa.