Dekat Karena Apa?

DI 08122022

Yohanes 6:2
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Beragam alasan orang banyak yang mengikuti Yesus ke manapun Dia pergi, ada yg tertarik dgn pengajaran Yesus, ada yg tertarik dg mujizat yg Dia lakukan, ada jg krna ingin mencobai Dia.

Kalau kita mau sedikit berpikir, kenapa org-org yg kita kenal mau dekat dgn kita? Apakah krna kita kaya? Karena kita suka menolong? Karena ingin bermitra bisnis? Atau karena benar-benar ingin membangun hubungan yang baik dgn kita utk jangka waktu yg panjang? Bgmna kita harus menyikapi hal ini, apalagi suatu saat terbongkar motif alasan mrka mau dekat dgn kita? Sikap yg hrs kita praktekkan ialah teladan dr sikap Yesus yaitu tetap menunjukkan sikap ramah dan tetap melayani apa yang mereka butuhkan, sekalipun Yesus tahu persis motivasi masing-masing org mengapa mengikuti Dia ke manapun Dia pergi. Itulah makna dr kehadiran kita utk menjd berkat bagi banyak org, bukan dlm membangun relasi dgn menghitung untung rugi yg bisa didapatkan. Kasih pd sesama harusnya mengikuti teladan dr kasih Tuhan yaitu bkn hubungan transaksional, ada uang ada barang, dia baik ya saya juga baik, kalau dia menyusahkan ya saya jauhkan saja, ya pura-pura ‘buta tuli’ kalau dia sedang susah. Yg penting saya tdk rugi apapun bahkan bisa dapat bnyk keuntungan dr hubungan itu. Jelas itu bkn kasih yg Yesus ajarkan, karena Yesus mengajar ttg kasih yg murni, bkn transaksional.

Kadang kita munafik, di hadapan Tuhan kita dgn tegas berkata bhw segala yg kita miliki itu ialah pemberian Tuhan yg Dia percayakan pd kita utk dikelola, tapi di sisi lain, ketika ada org yg butuh pertolongan kita, rasanya berat hati utk dengan rela menolong org dgn apa yg kita punya. Kalau pun kita ‘dimanfaatkan’, seharusnya tidak perlu merasa rugi, karena itu milik Tuhan, org itu akan berurusan dgn Tuhan sndri. Tp kenyataan yang sering terjadi adalah kita merasa rugi dan mulai timbul rasa benci dan kecewa, mulai membatasi diri utk tdk lagi tetap mengasihi orang itu. Itulah hati manusia, beda dgn hati Tuhan yg pastinya Dia tahu persis isi hati manusia, tdk ada yg bisa disembunyikan dari Dia. Kalau kasih Tuhan itu ada tinggal dlm hati kita, maka kita akan dapat mengasihi orang lain spt Tuhan mengasihi kita. Ini butuh penyerahan total diri kita pada Tuhan, tunduk pd perintah Tuhan sekalipun itu berbeda dgn logika dan prinsip kita. Tapi bgmna kalau kita dimanfaatkan trs menerus? Bukankah ada ayat yg berkata bhw kalau 7x dlm sehari org dtg pada kita mengaku bertobat tp mengulangi lagi kesalahan yg sama, tetap hrs diampuni? Tetap mau taat pd Tuhan atau mengikuti logika kita?

Motif apapun kenapa orang lain mau dekat dgn kita, tetap kasihi mereka dgn setulus hati, tetap jd berkat bagi bnyk org, dan tunjukkan bhw ada kasih Tuhan dlm diri kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.