Pergi dan Lakukan

DI 17122022

Lukas 10:37
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Tidak semua org berkualitas yg dipilih Yesus bs ikut dlm rombongan-Nya, sebagian hanya punya kesempatan belajar secara singkat spt seorang ahli Taurat dlm kisah ini.

Yang menarik adalah perkataan Yesus di akhir percakapan mereka, yaitu menyuruh ahli Taurat ini pergi dan melakukan apa yang tadi dikatakan oleh Yesus sbg jawaban atas pertanyaannya. Ini tentu bs dinilai sbg suatu sikap yg arogan, orang bertanya setelah dijawab lalu disuruh pergi, tapi tentu setiap perkataan Yesus itu tdk sembarang asal dikatakan, pasti ada tujuan dan maksud yg tepat mengenai orang yg jadi sasarannya. Si ahli Taurat ini tentunya tdk diragukan lagi mengenai keilmuannya dlm hal Taurat, tp yg menjd sebuah kekurangannya adalah banyak tahu tapi lambat utk melakukannya. Yg Yesus mau adalah cepat utk memahami dan praktekkan apa yg sdh bisa dipahami itu. Firman Tuhan yang sdh dimengerti bukan utk dijadikan koleksi pengetahuan lalu itu dijadikan sbg suatu kebanggaan. Bagi Yesus, yg berarti adalah memahami lalu mempraktekkan dlm keseharian hidup. Ahli Taurat tentu dia juga mengajar ttg Taurat pd masyarakat umum, yang dituntut tentu bkn sekedar hebat pengetahuan yg dimiliki, tapi kesaksian hidupnya apa sesuai tidak dgn yg diajarkan, itulah sebabnya Yesus jg pernah menyebut kalangan ahli Taurat sebagai golongan yg munafik (Matius 23:13).

Dlm kalangan org Kristen jg ada org-org yg suka sekali mengkoleksi khotbah, suka cari materi yg bagus ttg khotbah, menyeleksi hamba-hamba Tuhan mana yg bisa berkhotbah dgn baik, kalau berdiskusi selalu ttg hal rohani, jago berdebat, tp sayangnya dia masih punya karakter munafik dan perbuatannya cenderung kontroversial, satu sisi terlihat rohani, tp perbuatannya sana seperti org yg hidup secara duniawi. Firman Tuhan bkn dipakai utk membangun kerohanian orang lain, tp justru utk menghakimi dan menjatuhkan, bkn membuat org lain tambah mengerti firman, tapi hanya ingin menang debat dan rasanya senang sekali bs membungkam lawan bicaranya. Yang paling mengerikan adalah org yang kelihatannya sangat rohani tp sebenarnya duniawi & munafik, bukan jadi berkat tapi jadi masalah di manapun dia berada. Dikagumi manusia tapi ditolak oleh Tuhan, apa gunanya? Lebih baik orang yg jarang bicara ttg hal-hal rohani tp perbuatannya penuh dgn bukti ketaatannya pd kebenaran firman, jadi berkat dan org-org merasa senang dg kehadiran dan apa yg dia lakukan. Punya pengetahuan itu perlu, tp kalau tidak dipraktekkan, itu semua jadi omong kosong belaka, tdk memuliakan Tuhan.

Jadilah pelaku firman, gelar akademis teologia yg dimiliki hrs sejalan dgn keseharian hidup yg penuh dgn perbuatan yg sehakan dg kebenaran firman Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.